(PorosLombok.com) – Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan, event ini ditutup langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Yang lebih istimewa, penutupan FORNAS VIII bukan acara formal semata, tetapi dikemas menjadi pesta rakyat yang terbuka untuk seluruh masyarakat. Lokasinya pun tak biasa: bekas Bandara Selaparang di Kota Mataram disulap menjadi arena konser dan perayaan akbar.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, menyebut kehadiran Wapres sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas kesuksesan NTB menjadi tuan rumah.
“Ini kebanggaan besar. Baru kali ini FORNAS dibuka oleh Menko dan ditutup langsung oleh Wakil Presiden. NTB mendapat kehormatan luar biasa,” ujar Gubernur Iqbal.Saat konfrensi Kamis Malam (31/07).
FORNAS VIII tak hanya mencerminkan semangat olahraga, tetapi juga semangat gotong royong. Mulai dari pembukaan hingga penutupan, seluruh elemen masyarakat dilibatkan, termasuk UMKM, pelaku seni, dan komunitas lokal.
Penjabat Sekda NTB, H. Lalu Moh. Faozal menegaskan konsep “dari rakyat untuk rakyat” benar-benar diwujudkan. Panitia membuka akses gratis bagi masyarakat dan menyiapkan fasilitas tambahan seperti videotron untuk nonton bareng.
“Kami siapkan ruang untuk semua kalangan, termasuk pelaku UMKM di sekitar bandara. Ini pesta rakyat, bukan sekadar seremoni elite,” ucap Faozal.
Tak tanggung-tanggung, panitia juga mengundang band legendaris Slank untuk memeriahkan panggung utama. Ribuan warga diprediksi memadati lokasi mulai pukul 16.00 Wita.
Kapasitas ditetapkan maksimal 30.000 orang. Jika sudah penuh, akses akan ditutup demi menjaga keamanan. Namun panitia memastikan warga tetap bisa menikmati suasana dari luar arena utama.
“Kami siapkan beberapa videotron. Semua tetap bisa merasakan kemeriahan,” tambah Faozal.
Menariknya, panitia juga tak main-main soal persiapan teknis. Pengamanan, lalu lintas, hingga mitigasi cuaca turut disiapkan. Bahkan, pawang hujan sudah diturunkan.
“Pawang hujan sudah bekerja, tinggal rida Allah,” kata Faozal berseloroh.
Penutupan FORNAS VIII ini menegaskan NTB tak hanya mampu jadi tuan rumah event nasional, tetapi juga piawai menjadikannya momentum kebersamaan dan kebanggaan.
Bagi masyarakat NTB, malam ini bukan sekadar akhir dari event olahraga—melainkan awal dari banyak kepercayaan besar yang datang dari pusat.
(Redaksi/PorosLombok)














