PorosLombok.com – Anggota Komisi III DPRD NTB, Muhammad Aminurlah, mengkritik keras pola manajerial PT Gerbang NTB Emas (GNE). Ia menilai perusahaan daerah ini membutuhkan perombakan sistem operasional secara menyeluruh demi menyelamatkan aset daerah.
”Rencana bisnis mereka sebenarnya bagus, namun manajemen, keuangan, sistem, hingga prosedur kerja harus segera dirubah,” tegasnya.Senin kemarin (23/02).
Politikus ini menganggap eksistensi BUMD tidak boleh hanya terpaku pada sektor sepele seperti produksi paving blok saja. Menurutnya, jangkauan pasar produk tersebut sangat terbatas dan kurang berdampak bagi ekonomi masyarakat luas.
”Harus ada ide lain agar usaha GNE merambah sektor pertanian, perikanan, serta peternakan karena potensi alam kita melimpah,” ujarnya.
Aminurlah memandang diversifikasi unit usaha sangat krusial bagi masa depan korporasi plat merah tersebut. Perusahaan daerah wajib menyokong kesejahteraan rakyat sekaligus memompa pundi Pendapatan Asli Daerah.
”Bicara perusahaan daerah ini tentang kemakmuran masyarakat dan kontribusi PAD, bukan sekadar mencari laba satu produk,” katanya.
Ia juga menyoroti instruksi gubernur yang ingin membatasi GNE pada satu lini bisnis saja. Legislator ini menyatakan keberatan karena kebijakan tersebut berpotensi membelenggu kreativitas korporasi dalam menjemput peluang profit.
”Kebijakan membatasi fokus tersebut menurut pandangan pribadi saya sangat kurang tepat,” jelasnya.
Aminurlah menekankan bahwa sektor agraris merupakan penyumbang PDRB tertinggi bagi wilayah ini. Aktivitas dagang perusahaan harus menjangkau wilayah timur hingga barat Nusa Tenggara Barat secara merata.
”GNE harus masuk ke program makan bergizi atau koperasi dari Sape hingga Ampenan agar dampaknya nyata,” pungkasnya. *
















