LOTIM – Poroslombok.com | Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, menghadiri acara pisah sambut kepala Pengadilan Agama 1B Selong dari pejabat lama Hj. Mahmudah Hayati, S.Ag.,M.H.I kepada pejabat baru Khairil, S.Ag.,M.H di pendopo bupati pada Selasa (6/9/22) malam.
Pejabat lama, Hj. Mahmudah Hayati, yang mendapatkan kesempatan pertama memberikan sambutan menyampaikan terima kasih kepada bupati lombok timur atas dukungan yang diberikan terhadap pengadilan agama selong.
“Terima kasih kepada bapak bupati atas dukungan yang luar biasa terhadap pengadilan agama,” ucapnya singkat. Selanjutnya ia akan pindah menjadi ketua Pengadilan Agama 1A Denpasar.
Pejabat baru, Khairil, dalam sambutannya menyatakan bahwa dirinya sangat memerlukan bimbingan dari bupati dan wakil bupati, jika terdapat masalah-masalah, nantinya ketika melaksanakan tugas.
Sebagai informasi, Khairil, merupakan putra asli Bima. Selama berkarir sebagai hakim agama, dirinya pernah bertugas di beberapa daerah. Khairil mengawali karirnya sebagai hakim agama di pengadilan agama Praya, kemudian bertugas ke Papua, setelah itu bertugas di pengadilan agama Badung Bali.
Selepas dari Badung, ia kembali dimutasi ke pengadilan agama Sumbawa, kemudian dimutasi lagi ke Dompu, hinggalah kemudian ia dimutasi ke pengadilan agama Selong.
Sementara itu, Bupati Sukiman Azmy, dalam sambutannya memberikan pujian kepada mantan ketua pengadilan agama Selong, Hj. Mahmudah Hayati, yang selama menjabat memiliki banyak prestasi yang menakjubkan.
Torehan prestasi itu faktanya telah mengantarkan Hj. Mahmudah mendapatkan promosi dari ketua pengadilan agama 1B ke pengadilan agama 1A.
Deretan prestasi itu, sebut bupati, adalah memberikan kemudahan dalam mendaftar perkara. Yang kedua, sistem jemput bola mendapatkan sambutan yang bagus dari masalah. Yang ketiga, ia juga telah menggratiskan persidangan hingga 800 perkara.
Selanjutnya Bupati Sukiman mengungkapkan empat tupoksi pengadilan agama. Pertama adalah perkawinan, yang menonjol adalah sidang isbat nikah yang pernah diselenggarakan, diantaranya di Sembalun, Labuhan Lombok, bahkan di pulau Maringkik.
“Karena itu kita apresiasi betul ibu Mahmudah yang telah bertugas dengan sebaik-baiknya selama bertugas di Lombok Timur,” ucap bupati.
Kedua, aspek waris, yang didalamnya ada hibah. Ketiga adalah zakat dan shodaqoh, dan yang terbaru adalah ekonomi syariah. Point satu, kata bupati, sudah dilakukan dengan baik. Sehingga ada anak-anak terlantar telah memperolah haknya.
“Yang masih sering terjadi adalah kasus perceraian yang belum disetujui atasannya,” sebutnya.
Menurut pengakuan bupati, yang paling membuat dirinya sedih adalah ketika hendak menandatangani izin perceraian. Sebab, akan banyak dampaknya terhadap anak-anak dan keluarga lainnya.
“Saya sarankan kepada ketua yang baru, jangan berikan izin bercerai sebelum dapat ijin atasan. Atasannya adalah bupati. Jangan disidangkan sebelum ada izin atasan,” ujar bupati mengingatkan.
Tupoksi yang Kedua adalah masalah ekonomi syariah. Masyarakat Lotim 99,6 persen beragama Islam. Jumlah yang besar ini, terang bupati, membuat tugas pengadilan agama agak berat, lebih-lebih menyangkut ekonomi syariah.
“Misalnya seperti yang dilakukan ibu mantan ketua, kita membuat MOU, antara kementrian agama, dukcapil dan pengadilan. Begitu menikah, langsung mendapatkan KK baru,” tutur bupati.
Sehingga setelah itu, lanjut bupati lagi, tidak ada lagi pernikahan yang tidak terdokumentasi. Kecuali pernikahan yang memang dengan sengaja tidak dicatat, sehingga harus dilakukan nikah isbat.
“Dan sudah ada seribu tujuh ratus lebih nikah isbat, itu baru lima desa. Sangat banyak yang belum, sehingga masih banyak yang tidak mempunya akta nikah,” urainya.
Padahal, jika tidak ada akta nikah, anak-anak akan sulit untuk memiliki akta kelahiran dan anak-anak sulit bisa sekolah, sehingga berdampak terhadap masa depan anak-anak.
Dilanjutkan bupati, sosialisasi tentang ekonomi syariah sangat perlu, karna jumlah sawah di Lombok Timur sangat luas. Jika semuanya mengeluarkan zakat penghasilan, akan sangat banyak zakat terkumpul, sehingga akan bisa mengentaskan kemiskinan di daerah ini.
Sebelum mengakhiri sambutannya, atas nama pribadi dan pemda, bupati mengucapkan terima kasih atas pengabdian ibu Mahmudah di Lombok Timur yang meskipun singkat tetapi sangat berkesan.
Sementara kepada ketua yang baru, bupati menyampaikan ucapan Selamat Datang. “Selamat melaksanakan tugas di Lombok Timur. Semoga selalu sukses,” tutup bupati.
Hadir pada acara tersebut, jajaran Forkopimda, beberapa Kepala OPD dan tamu undangan lainnya.
Sumber: Dinas Kominfo
Editor: anas

















