PorosLombok.com – BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB kini memperkuat sinergi strategis dengan manajemen PLTU Jeranjang. Mereka fokus mengembangkan energi hijau melalui pemanfaatan limbah sekam padi lokal untuk kebutuhan industri energi.
Selanjutnya, pertemuan penting di Camoris Mataram ini membahas ketersediaan bahan baku co-firing. Oleh karena itu, program tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan pada batu bara dalam operasional pembangkit demi lingkungan yang lebih bersih.
”Kami berkomitmen membangun ekosistem bisnis berbasis kerakyatan bersama petani lokal,” ujar Ketua BPD HIPMI NTB Ismed Fathurrahman Maula, Senin (23/2).
Hasilnya, langkah nyata ini akan mengubah limbah pertanian menjadi sumber energi terbarukan. Selain itu, potensi ekonomi baru kini mulai terbuka lebar bagi pelaku UMKM melalui pengolahan sisa penggilingan padi yang belum tergarap optimal.
”Sekam padi memiliki potensi besar untuk menggantikan bahan bakar fosil di Jeranjang,” jelasnya.
Kemudian, menanggapi inisiatif tersebut, Senior Manager (SM) PLTU Jeranjang Arie Yunisetya memberikan apresiasi tinggi. Bahkan, pihaknya sangat mendukung peran aktif pengusaha muda dalam menyukseskan program pengurangan emisi karbon saat ini.
”Kolaborasi ini akan menciptakan rantai nilai baru bagi kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Meskipun begitu, Arie Yunisetya menegaskan bahwa kepastian pasokan bahan baku tetap menjadi kunci utama. Akibatnya, pihak pembangkit membutuhkan stok biomassa yang konsisten demi menjaga kelancaran proses produksi listrik bagi masyarakat.
”Sinergi ini bakal membuka banyak lapangan kerja baru di seluruh wilayah NTB,” pungkasnya.
Akhirnya, melalui kerja sama strategis ini, pengusaha muda NTB resmi mengambil peran sentral dalam transisi energi. Jadi, inisiatif tersebut membuktikan bahwa kekuatan lokal mampu menjadi tulang punggung bagi kemandirian energi masa depan.*
















