Ini Program dan Besaran Anggaran DAK Tahun 2024 pada Dinas Pertanian Lotim

LOTIM – PorosLombok.com | Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lombok Timur melalui kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) mengkonfirmasi nilai anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan dikelola pada tahun 2024, yakni sebesar Rp. 25 miliar.

Angka tersebut kata Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Darajata, SPT, MSc akan terdistribusi ke beberapa bidang untuk membiayai beberapa paket program . Diantaranya yakni paket jalan usaha tani, jaringan irigasi, dan sumber-sumber air.

“Sumber-sumber air itu ada embung, DAM parit, air dangkal, air dalam, kemudian bangunan pelengkap irigasi, bangsal pasca panen bawang merah, dan screen house,” papar Darajata kepada poroslombok.com, Kamis (2/11/2023).

Khusus untuk bidang PSP, jelas dia, akan difokuskan pada jalan usaha tani yang terkait perkebunan, peternakan, dan holtikultura yang kesemuanya itu untuk menunjang ketahanan pangan.

“Nah itulah yang sekarang ini sedang kita verifikasi, apakah lokasinya sudah tepat atau tidak, supaya jangan salah lokasi nanti,” imbuhnya.

Paket jalan usaha tani tersebut akan menyasar semua kecamatan yang ada di Lombok Timur, kecuali kecamatan Sembalun. Tidak diakomodirnya kecamatan Sembalun dikarenakan adanya UPLAND Project di wilayah tersebut.

Terkait pembangunan jaringan irigasi, terang dia, adalah bagian daripada upaya Pemda Lombok Timur melalui Dinas Pertanian dalam meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), dari yang sebelumnya IP 1 (satu kali tanam padi) menjadi IP 2 dan seterusnya.

“Ini bagian dari itu, karna sesuai ketentuan di dalam juknis DAK itu kan untuk mendukung Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang diutamakan di lahan-lahan produktif yang punya potensi untuk meningkatkan Indeks Pertanaman,” jelasnya.

Adapun untuk lahan yang kurang produktif akan dilakukan optimasi lahan yang biasanya dilakukan oleh TP (Tugas Pembantuan). Pada tahun ini (2023-red) sudah dilaksanakan optimasi lahan di area seluas 20 hektar.

Dijelaskannya, optimasi lahan merupakan upaya meningkatkan kemampuan lahan kering untuk dapat menghasilkan tanaman pangan yaitu berupa peningkatan panen padi maupun peningkatan produktivitas lahan.

Optimasi lahan ini difokuskan pada kegiatan optimalisasi lahan dan rehabilitasi saluran irigasi, pematang/tanggul, dan drainase.

Disinggung soal pupuk, dirinya mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan pada aplikasi yang khusus membahas soal pupuk. Namun begitu ia mengaku jika pihaknya sudah menyampaikan usulan ke pusat.

“Untuk tahun depan kita sudah minta tambahan, tapi belum ada jawaban. Kita berharap mudah-mudahan dalam waktu dekat ada jawaban,” katanya.

Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, alokasi pupuk bersubsidi yang didapatkan cenderung mengalami trend penurunan. Saat yang sama ia menyampaikan adanya rencana pemerintah untuk merubah kebijakan terkait pupuk bersubsidi.

(Anas/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU