Insiden Pemuda Miskin Tabrak Mobil Pejabat Lotim, Netizen: Camat Tak Punya Hati Nurani

LOTIM – PorosLombok.com | Baru-baru ini sebuah postingan tentang insiden tabrakan antara pengendara sepeda motor dengan mobil dinas Camat Montong Gading, menjadi viral di media sosial.

Pasalnya, dalam postingan yang diunggah akun facebook “Irpan Muhammad” pada Kamis (4/5/23) itu berisi tentang curhatan hati keluarga pemuda pengendara sepeda motor yang diduga bersalah pada insiden tersebut.

Insiden itu terjadi pada hari Rabu (3/5) kemarin sekitar pukul 12.40, di depan pintu gerbang rumah kediaman Camat Montong Gading, jalan raya Batu Belek, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong.

Pemuda pengendara sepeda motor itu diketahui bernama Muhammad Hulaimi Asror, warga Gunung Sepang, Kelurahan Denggen. Kesehariannya ia bekerja sebagai penjaga showroom motor bekas “Ayana Motor” Batu Belek.

Pada postingan dengan tajuk “Ini bukan hanya tentang aturan, tapi tentang hati nurani seorang Pejabat Publik” itu, menarasikan kronologis kejadian yang berujung ke ranah kepolisian.

“Di suatu hari di bulan Mei tahun 2023, seorang pemuda yg akan pulang makan siang setelah dari tempat kerja mengalami kecelakaan laka lantas yaitu sepeda motor nya bertabrakan dengan mobil dinas camat montong gading yg di kendarai oleh camat montong gading sendiri,, dari kecelakaan tersebut,, pemuda itu mengalami luka di bagian muka dan lengan akibat pecahan kaca mobil dan sepeda motornya hancur ,, namun yg sangat miris, seorang camat tidak ada upaya melakukan pertolongan pertama terhadap korban, jangankn pertolongan pertama, segelas air putih pun tidak di berikan kepada korban,, yg semakin menyayat hati, belum kering luka dan trauma korban, pak camat minta ganti rugi terhadap kerusakan mobil dinasnya,, dimana hati nurani seorang pejabat publik yg seharusnya sebagai pengayom masyarakat… selanjutnya dengan mediasi secara kekeluargaan yg di hadiri oleh kepala lingkungan batu blek, serta pihak kepolisian dari polsek selong dan pada saat itu keluarga hanya bisa memberikan ganti rugi 200.000 rupiah namun di tolak olek bapak camat yg terhormat…

Saat ini kasus di lanjutkan ke Laka lantas Polres lombok timur.

Sekali lagi ini bukan hanya tentang aturan bapak camat yg terhormat..

Namun yg manjadi pertanyaan adalah dimana Hati nurani seorang pejabat publik,” bunyi postingan Irpan Muhammad.

Sontak ratusan netizen menyerbu kolom komentar postingan tersebut dengan beragam komentar sinis. Mayoritas netizen menggambarkan Camat Montong Gading sebagai sosok pejabat yang tidak punya hati nurani.

Meski demikian, terdapat beberapa netizen juga memberikan dukungan kepada sang camat. Celakanya, akun tersebut justru menjadi sasaran bullyan netizen lainnya. Berikut beberapa komentar netizen yang dikutip media ini:

“Mungkin mas yang make sepeda motor agaq ugal-ugalan bawa motor nya jadi pak camat nya gak mau rugi, karna sekarang banyak skali pemuda-pemuda yang kebut-kebutan, salip sana sini bikin ngilu liyat nya, pas jatuh ujung-ujungnya orang disalahin, maaf itu hanya pendapat saya,” bunyi komentar akun ~Maira.

“Maira mungkin anda keluarga makanya comen seperti ini sudah jelas ini bukan salah dan benar ini hanya jiwa kemanusiaannya yang diminta Karna ada korban luka Lagian sudah ditawarin damai dan dikasi nominal sesuai kemampuan yang luka Tapi pak pejabat tidak mau dan memilih jalur hukum,” balas akun ~Dedin Motor, membalas Maira.

“Mungkin dia minta ganti rugi buat depo SLOT CAMAT mau TAMAT,” kelakar netizen ~Taufik Hidayat, dengan dibubuhi emoticon tertawa.

“Terlepas siapa salah siapa benar
Siapa yang di tabrak dan yang menabrak. Tapi perikemanusiaannya dulu dong. Minimal kasih obat merah atau air putih,” ujar akun ~Husna Azhari.

“Viralkan camatnya, kok aku greget Ama camat yang nggak ada hati nurani nya,” sentil akun ~Gemoynya Nok.

Camat Montong Gading, H. Swardi, S.Sos.,M.Ap, yang dikonfirmasi pada sebuah WA Grup, memeberikan klarifikasi berbeda dari isi postingan Irpan Muhammad. Bahkan, Camat Swardi mengklaim jika dirinya sudah membantu serta meminta pemuda tersebut dibawa ke Puskesmas.

“Saya pulang dari BLKI Lenek pas masuk rumah sekitar jam 13.00 lebih saya dah lighting kiri 100 meter sebelum belok kiri dan ada 3 sepeda motor dari depan masjid Batu Belek di belakang pas belok kiri dia ngebut langsung tabrak dari belakang sebelah kiri anak tersebut boncengan tanpa helm langsung tyang (saya-red) turun lihat anak yang bersangkutan dan bangun tyang minta dibawa ke puskesmas karna ada lecet di pipinya, tyang ingat dah pelan ngerim juga, setelah anak dibawa ke pkm anak tersebut langsung pulang, tidak berapa lama datang pamannya kata tyang jawab, gimana qt damai saja tyang bilang, ya katanya dengan syarat masing2 perbaiki kendaraan sendiri2, tyang bilang itu sih bukan tj, malah nuduh tyang yang salah kalo ndak dia nantang ke pengdilan, akhirnya tyang minta polsek kota datang, dan didepan anggota polsek kota pamanya lagi menyalahkan tyang minta dibawa kendaaraan ke Satlantas kalo dia sanggup ngasih 200 ribu, tyang minta tolong beliin kaca saja biar benper dan cat tyang tanggung, tapi tetap tidak ada spakat akhirnya tyang serahkan ke yang berwenang,” demikian penjelasan Swardi.

Terpisah, Irpan Muhammad yang merupakan paman dari M. Hulaimi Asror membantah prnyataan Camat Montong Gading. Menurut dia, saat mediasi pihaknya sudah menawarkan ganti rugi sesuai kemampuan keluarga, yakni senilai 200 ribu dari hasil buruh bapaknya, tapi ditolak oleh Swardi.

Irpan juga membantah pernyataan Camat Swardi yang menuding keluarga Hulaimi Asror yang menyalahkan pihak Camat Swardi sebagai tuduhan yang tidak benar.

“Malah sebaliknya dia yang menyalahkan kami,” kata Irpan.

“Untuk ungkapannya yang saya menantang untuk lanjut itu kurang tepat, karena ketika mediasi tidak tercapai kesepakatan otomatis itu akan lanjut tanpa di minta siapapun,” imbuhnya.

Masih kata dia, awalnya pihaknya telah menawarkan untuk saling memperbaiki kendaraan masing-masing. “Tapi, dengan tegas pak camat mengatakan itu bukan solusi,” demikian jelas Irpan.

Sementara itu, H. Swardi ketika dikonfirmasi kembali baik melalui WA Grup maupun jari pribadi, hingga berita ini diturunkan belum bersedia memberikan tanggapan kembali.

(PL/anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU