IOF dan IMI NTB Berhasil Evakuasi 4 Mobil Terjebak Banjir, dr. Jack Turun Langsung Sesuai Arahan Gubernur dan Wali Kota

(PorosLombok.com) — Tim gabungan dari Indonesia Off-road Federation (IOF) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB berhasil mengevakuasi empat mobil warga yang terjebak banjir di dua titik di Kota Mataram.

Aksi cepat ini dipimpin langsung oleh dr. Lalu Herman Mahaputra, atau yang akrab disapa dr. Jack, sesuai dengan arahan Gubernur NTB dan Wali Kota Mataram. Selasa Kemarin, (8/7).

Evakuasi dilakukan menggunakan kendaraan rescue dan perlengkapan off-road milik komunitas. Mobil-mobil tersebut dilaporkan tidak bisa keluar dari genangan tinggi akibat banjir yang melanda secara tiba-tiba.

“Kami evakuasi empat mobil yang terjebak banjir di dua titik. Ini berdasarkan instruksi langsung dari Gubernur NTB dan Wali Kota Mataram,” ungkap dr. Jack, Rabu (9/7).

Menurutnya, proses evakuasi tak bisa dilakukan tanpa peralatan khusus dan tim lapangan yang berpengalaman. Ketinggian air dan akses jalan yang tergenang memperparah kondisi kendaraan di lapangan.

“Medannya berat. Mobil-mobil itu benar-benar tidak bisa digerakkan tanpa alat dan dukungan tim rescue,” tegasnya.

Sebagai Ketua IMI NTB dan Kepala Departemen Olahraga IOF Pusat, dr. Jack memastikan timnya langsung bergerak begitu laporan masuk. Koordinasi antara IMI dan IOF yang selama ini solid mempercepat respon lapangan.

“Banyak anggota IMI juga tergabung di IOF. Jadi koordinasinya satu gerak, satu tujuan,” jelasnya.

Aksi evakuasi berlangsung sejak pagi, menyisir titik genangan terparah. Respons cepat dari tim relawan ini disambut positif oleh warga yang kendaraannya sempat terendam tanpa bisa dievakuasi sendiri.

“Begitu kami tahu situasinya, kami langsung turun bantu warga,” lanjutnya.

Di sela kegiatan tersebut, dr. Jack juga menyampaikan ucapan bela sungkawa atas nama pribadi, Ketua IMI NTB, dan seluruh pengurus IOF kepada warga yang terdampak banjir, khususnya bagi keluarga korban yang kehilangan.

“Atas nama IMI NTB dan jajaran pengurus IOF, saya menyampaikan duka cita mendalam bagi korban banjir. Semoga diberi ketabahan,” ucapnya.

Menurut dr. Jack, bencana seperti ini harus dijadikan pelajaran kolektif untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat. Termasuk dalam hal menjaga kebersihan lingkungan agar drainase tidak tersumbat.

“Kita perlu tanggap saat darurat, tapi juga perlu sadar saat tidak banjir. Sampah yang menyumbat drainase itu masalah bersama,” tutupnya.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU