Izzuddin Gaungkan Program Gerakan Kelas Sehat Prestasi Hebat

LOTIM – PorosLombok.com | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kabupaten Lombok Timur, Izzuddin, S, Pd, membuat program Gerakan Kelas Sehat Prestasi Hebat yang akan dilaksanakan di Sekolah Negeri di Lombok Timur.

Hal ini disampaikan Izzuddin saat menghadiri acara Gebyar Kembara dan Implementasi Profil Pelajar Pancasila ( P3 ) melalui Kantin Sehat berbasis Ecobrik serta pelepasan siswa kelas 6 di SDN 3 Montong Betok kecamatan Montong Gading pada Rabu ( 21/6 ).

“Saya punya program Gerakan Kelas Sehat Prestasi Hebat, program ini sangat sederhana” tutur Izzuddin.

Dijelaskannya, program Kelas Sehat ini berisi tiga faktor yaitu yang pertama adalah lingkungan kelas yang sehat, bersih, tertata rapi, steril dari segala sesuatu yang mengganggu murid dan menempatkan galeri pojok baca.

Kemudian, pada faktor yang kedua lanjut Izzuddin adalah sehat fisik siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ia baca bahwa sekitar 70% anak – anak sekolah tidak sarapan pada pagi hari, 30% sisanya hanya minum air atau makanan ringan pada pagi hari.

Dengan keadaan ini, kata dia, bagaimana mungkin murid bisa semangat untuk belajar terlebih kegiatan pembelajaran dilakukan selama 8 jam di sekolah.

“Kalau belum sarapan, paling jam 9 siswa sudah ngantuk, oleh karena itu tolong bapak ibu jangan sampai lupa berikan anak kita sarapan” ucapnya.

Oleh karena itu, selaku Kadis ia mendorong seluruh sekolah agar melaksanakan gerakan sarapan pagi di sekolah. Sarapan pagi kalau dilaksanakan di sekolah akan banyak praktik baik, pendidikan akhlak, karakter yang bisa dilaksanakan.

Sebagai contoh, imbuhnya, ketika diadakan sarapan pagi bersama akan ada praktik baik mulai dari pembiasaan cuci tangan sebelum makan, ucapkan bismillah sebelum makan, makan dengan tertib, ada kepekaan sosial berbagi, kemudian setelah makan cuci tangan, menempatkan sampah organik dan anorganik.

“Banyak pendidikan karakter yang bisa kita laksanakan ketika dilaksanakan gerakan sarapan pagi di sekolah” ujarnya.

Kemudian faktor yang ketiga, lanjut Izzuddin, yaitu sehat jiwa dengan memberikan ruang dan waktu kepada murid untuk membaca Al-qur’an.

“Ruh dan batin kita ini, sebagaimana badan kita butuh asupan gizi juga, dan asupan gizi bagi ruh adalah al-qur’an” jelasnya.

Untuk itu, sekolah perlu memberikan ruang dan waktu kepada siswanya untuk membaca Al-Qur’an walaupun hanya 10 menit setiap harinya.

“Dengan baca Al-Qur’an, dengan kalamullah agar terisi ruh mereka, ketika ruh mereka terisi maka mudah untuk diarahkan, mudah untuk dibimbing” jelasnya.

( PL, Erwin )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU