Jaga Kestabilan Harga Bahan Pokok, Disdag Lotim Gencarkan Pengawasan

Lombok Timur, Poroslombok | Pemerintah daerah (Pemda) Lombok Timur pastikan harga kebutuhan pokok masih stabil, jelang tahun baru 2024, hal tersebut berdasarkan data yang masuk Ke Dinas perdagangan dan hasil pemantauan di sejumlah pasar.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Lotim, Mahsin, S. Pd., MM, menyampaikan, Normalnya harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Lotim menunjukkan komitmen Pemda Lotim untuk menjaga kestabilan harga.

Adapun harga sejumlah bahan pokok saat ini perkilogramnya, untuk beras medium, Rp11 ribu, cabai yang sebelumnya Rp75 ribu, saat ini menjadi Rp55 ribu sampai Rp58 ribu.

“Alhamdulillah harga bahan pokok di Lotim masih normal menjelang Nataru,” terangnya.

Untuk menjaga itu, pihaknya secara rutin melakukan pengawasan harga, gerakan pangan murah dan operasi pasar tetap dilakukan, termasuk silaturahim dengan distributor.

Sehingga capaian tersebut kaitan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ke empat bulan November 2023 untuk Bapokting Lotim sempat mencapai 4,8 persen. Ini membuat kaget Pemda Lotim karena mencapai IPH Provinsi NTB.

Ini kemudian dipelajari, sehingga ditemukan penyumbang IPH saat itu dari beras, cabai, tempe dan bahan pokok penting lainnya. Sehingga dengan atensi luar biasa dari PJ Bupati Lotim, maka OPD terkait dikumpulkan untuk menyusun strategi IPH tersebut secara baik.

 ” Dalam rakor pengendalian inflasi daerah itu, kita kemudian turun langsung ke distributor cabai, pasar dan beberapa titik lainnya,” papar Mahsin.

Ditemukan waktu itu seperti persoalan harga cabai melonjak karena ada pengiriman. Sehingga dilakukan pengawasan pengiriman, seperti di Suralaga Pasar Aikmel, Paok motong, dan di beberapa pasar besar lainnya di Lotim. “Jangan sampai daya tarik pengiriman itu melebihi  kewajaran dibanding kebutuhan,” ungkapnya.

Kedua, baiknya harga cabai karena pangsa pasar. Sehingga harus intens dilakukan pengawasan. Karena pada tingkatan pengecer, fakta di lapangan ditemukan ada pengecer satu, dua dan tiga. Sehingga inilah penyebab terjadinya lonjakan harga.

Mendagri Apresiasi Pemkab Lotim

Kemendagri kembali menggelar rapat koordinasi rutin terkait Pengendalian Inflasi Daerah dengan seluruh kepala daerah se-Indonesia yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Acara tersebut diikuti secara daring oleh sejumlah kepala OPD terkait di Kabupaten Lombok Timur bertempat di Ruang Rapat Bupati pada Senin, 11 Desember 2023.

Mendagri dalam rapat tersebut menyampaikan berdasarkan data badan pusat statistik (BPS) tingkat Inflasi tahunan November mengalami kenaikan yakni inflasi tahun ke tahun sebesar 2,86% dan inflasi bulan ke bulan mengalami kenaikan 0,38%. Hal tersebut menurutnya perlu diwaspadai dan dievaluasi karena terjadi trend kenaikan khususnya pada bulan Desember.

Namun begitu berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu 1 Desember tahun 2023 Provinsi Nusa Tenggara Barat justru mengalami deflasi yakni -1,17%, dan Lombok Timur menjadi penyumbang deflasi di posisi ke-2 dari kabupaten/ Kota di Seluruh Indonesia yakni di angka -5.80%. Mendagri-pun menyampaikan apresiasi terhadap provinsi NTB khususnya Kabupaten Lombok timur juga daerah lainnya yg mengalami deflasi. Hal itu disebutnya sebagai contoh bagi daerah lain untuk di jadikan acuan dan bahan evaluasi.

Selanjutnya berdasarkan data BPS komoditas terbesar yang memberikan andil terbesar terhadap IPH disebagian besar wilayah di Indonesia adalah cabai rawit dan cabai besar.  Tak hanya itu komoditas yang perlu diwaspadai sebagai komoditas utama penyebab inflasi (Andil m-to-m) adalah daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar dan tarif angkutan udara, beberapa komoditas tersebut berpengaruh cukup signifikan pada kota-kota yang memberikan andil inflasi tertinggi. ***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU