LOTIM – PorosLombok.com | Tak lama lagi umat islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Adha 1444 Hijriah. Hari raya ini disebut juga dengan lebaran haji karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji.
Perayaan umat Islam ini identik dengan prosesi penyembelihan hewan kurban bagi muslim yang mampu menunaikannya. Itulah sebabnya, Idul Adha bukan hanya disebut lebaran haji, tetapi juga hari raya kurban.
Secara umum, para ulama memutuskan setidaknya hewan kurban harus memenuhi 3 syarat, yaitu jenis hewan ternak, memenuhi usia minimal sesuai syariat, dan dalam keadaan sehat saat disembelih.
Sebagaimana yang kita ketahui belum lama ini, hewan ternah termasuk di Lombok Timur dijangkiti virus penyakit mulut dan kaki (PMK). Syukurnya, wabah tersebut sudah dapat ditangani oleh pemerintah.
Untuk masyarakat Lombok Timur yang berniat untuk berkurban pada tahun ini, anda tak perlu khawatir. Sebab, populasi serta kesehatan sapi maupun kambing siap potong sangat memadai.
“InsyaAllah populasi sapi maupun kambing di Lombok Timur sangat memadai. Bahkan kita jamin juga kesehatannya,” kata kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Ir. Masyhur, kepada media ini, Selasa (20/6/23).
Tak hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan warga Lombok Timur saja, populasi hewan ternak yang tinggi di daerah ini bahkan mampu untuk menyuplay Kabupaten lain.
Masyhur memastikan, ketersediaan sapi maupun kambing di beberapa sentra sapi dan kambing saat ini cukup banyak dan mudah dijumpai. Sehingga masyarakat tidak akan kesulitan untuk membeli.
Soal harga, masyarakat tak perlu khawatir, karena menjelang hari raya kurban harga sapi masih stabil. Satu ekor sapi saat ini berada dikisaran 14 – 17,5 juta per ekor. Secara matematis tidak turun, hanya saja permasalahan di tingkat lapangan jarang ditimbang,
“Sebenarnya harga sapi tidak turun, namun ini kemudian yang menjadi permasalahan jarangnya penimbangan,”lanjutnya.
Sementara terkait kesiapan tenaga Kesehatan Hewan pada pelaksanaan kurban, Dinaskeswan sudah menerbitkan SK pengawasan sebelum dan sesudah pelaksanaan kurban terlebih beberapa bulan terakhir Indonesia khususnya Lombok Timur sudah dilanda wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kami akan siagakan seluruh tenaga kesehatan di masing-masing UPT, dan untuk masyarakat dikala ada sapi siap potong tolong secepatnya dilaporkan ke UPT untuk diperiksa tingkat kesehatannya,”ujarnya.
Adapun beberapa tips memilih hewan kurban yang baik dari segi kesehatan, berikut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veterinar drh. Hultatang membagikannya untuk anda.
Sebelum membeli, jelas Tatang, anda harus memperhatikan beberapa hal berikut ini, yaitu: Syarat pertama tidak cacat, telinga tidak berlubang, sehat, dan tentunya sudah divaksin pertama kedua dan ketiga.
Sedangkan tata kelola untuk masyarakat yang menerima daging kurban adalah:
-Apabila masyarakat mendapatkan daging sebaiknya disimpan di dalam freezer.
-Jika dikonsumsi Langsung harus dimasak terlebih dahulu, agar mematikan virus yang kemungkinan terkandung didalamnya.
Hultatang menambahkan, secara klinis PMK memang tidak ada namun virus masih ada. Karenanya masyarakat harus bijak dan teliti dalam pengelolaan daging kurban.
“Kita harapkan agar masyarakat memperhatikan hal-hal yang semestinya dalam pelaksanaan kurban, terutama dari segi kesehatannya,”pungkasnya.
(PL/anas)



















