Kadis Kominfotik NTB: Jadikan Kantor Rumah Kedua, Jaga Kesadaran Kolektif

(PorosLombok.com) – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., MH., bertindak sebagai inspektur upacara pagi tadi. Kegiatan tersebut berlangsung secara khidmat di halaman Kantor Dinas Kominfotik NTB, Senin (19/1/2026).

​“Dinas Kominfotik harus dipandang sebagai entitas kepentingan bersama, bukan kepentingan individu atau kelompok,” jelasnya.

​Mantan Kadis Sosial NTB itu menekankan urgensi membangun kesadaran kolektif bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini dianggap mendasar dalam menjalankan kewajiban pelayanan publik agar berjalan secara profesional serta transparan.

​“Tidak ada satu orang pun yang lebih penting dari yang lain, termasuk kepala dinas. Keberhasilan organisasi lahir dari kebersamaan, saling mengisi, dan kesadaran kolektif dalam bekerja,” tegasnya.

​Ia menjelaskan bahwa pencapaian sebuah instansi merupakan hasil dari kerja keras tim dan bukan prestasi perseorangan. Maka dari itu, sinergi antarpegawai di setiap lini harus terus diperkuat guna memenuhi target kinerja tahunan yang telah ditetapkan.

​“Loyalitas ASN kepada pimpinan harus bersifat konstitusional, yakni berlandaskan pada kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat, bukan loyalitas pribadi,” katanya.

​Terkait kedisiplinan, pimpinan meminta setiap bidang memastikan kehadiran personel di ruangan masing-masing selama jam operasional kantor berlaku. Langkah pengawasan internal ini diperketat guna mengantisipasi adanya inspeksi mendadak dari Badan Kepegawaian Daerah serta Inspektorat.

​“Apa yang menjadi kebijakan dan arahan pimpinan dalam pelaksanaan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat harus kita jalankan dan amankan,” cetusnya.

​Selain masalah administratif, penciptaan lingkungan kerja yang higienis serta nyaman turut menjadi tanggung jawab seluruh elemen pegawai. Suasana kondusif dipercaya mampu meningkatkan motivasi staf dalam menjalankan rutinitas pengabdian sehari-hari kepada publik.

​“Kalau kantor ini kita anggap sebagai rumah bersama, maka kebersihan, kenyamanan, dan rasa memiliki akan tumbuh dengan sendirinya,” pungkasnya.

(redaksi/Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU