Ketua PG NW Lale Yaqut Terus Bergerak Bantu Pemerintah Cegah Stunting dan Narkoba

Lombok Timur, PorosLombok –

Dukung Progam Pemerintah, Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (PGNW), Terus Bergerak mengandeng BKKBN dalam upaya pencegahan Stunting, pernikahan dini, pelecehan Seksual dan Narkoba, hal tersebut bukti konkrit pengabdian Organisasi NW kepada Masyarkat.

Acara Stop stunting dilaksanakan di  14 titik ponpes NW, dan saat ini sedang berlangsung di 2 Lokasi yakni Aikmel, Pringgasela kabupaten Lombok Timur, Jumat Kemarin, (20/10).

Ketua PGNW Ummi Hj, Lale Yaquttunafis menyampaikan PGNW merupakan salah satu sayap Perjuangan organisasi yang didirikan oleh Pahlawan Nasional Astaghfirullah Maulana Syaikh, selain bergerak dalam bidang dakwah dan Pendidikan NW Juga bergerak di segala sektor.

“Kita harus tetap bergerak demi kemaslahatan Ummat,” ungkap Wanita yang juga Caleg DPRD Provinsi dari Partai Gerindra ini.

Ummi Lale Yaqud menyampaikan setidaknya ada 4 faktor multidimensi yang menjadi pendorong tingginya angka stunting yaitu: 1) praktik pengasuhan yang tidak baik; 2) terbatasnya akses layanan kesehatan dan pembelajaran dini yang berkualitas; 3) kurangnya akses ke makanan bergizi; dan 4) kurangnya akses air bersih dan sanitasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, di luar faktor tersebut, perkawinan usia dini menjadi salah satu penyumbang tingginya kasus stunting di Indonesia. Karenanya, dia meminta peran remaja untuk memberikan sosialisasi terkait bahaya stunting dan bahaya perkawinan usia dini.

“Para remaja dapat bahu membahu menjalankan program seperti diseminasi dan sosialisasi kepada rekan sebayanya dalam isu pencegahan perkawinan usia anak,” jelasnya.

Dikatakannya, para remaja perlu diberikan porsi yang lebih besar dari masa sebelumnya untuk ikut serta berperan aktif dalam pencapaian target prioritas nasional. Salah satunya adalah penurunan angka stunting melalui penjangkauan kepada rekan sebayanya dalam pencegahan perkawinan anak.

“Saya berharap masyarakat kita menjadi teladan bagi remaja sekitarnya untuk mensukseskan program penurunan stunting di NTB,” ucapnya.

Kemudian terkait narkoba Ummi Lale menyampaikan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian PGNW pada masyarkat

 “Ancaman narkoba saat ini menyeluruh, termasuk pada anak-anak kita yang masih bersekolah. Inilah kontribusi PGNW membantu unsur pendidikan dalam hal pencegahan dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga mengingatkan peran keluarga dalam membentengi anak-anak dari bahaya penyalahgunaan narkoba karena Keluarga adalah tempat paling penting menanamkan nilai dan karakter bagi anak-anak kita serta membentengi mereka dari ancaman barang haram tersebut.

“dimulai dari keluarga yang kokoh. Pesan kami, mari memperkuat fungsi keluarga masing-masing,” katanya.

Disebutkan, 3 efek penyalahgunaan narkoba adalah halusinogen yang mengakibatkan penyalahguna mengalami halusinasi yakni mendengar atau melihat sesuatu tidak nyata.

“Selain itu depresen yang diartikan mengurangi kegiatan sistem saraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, serta stimulan yakni menstimulasi sistem saraf pusat sehingga meningkatkan kerja organ-organ tubuh,” pungkasnya.

(Arul/ Poros Lombok)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU