Lombok Timur, PorosLombok.com | Pemilihan Umum (PEMILU) tinggal menghitung hari, Tensi politik jelang hari pencoblosan makin panas maka dari itu Peran media sangat menentukan terhadap keberlangsungan pemilihan umum baik Legislatif, DPD, Pemilihan Presiden dan Wakil presiden.
Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Wartawan (PWI) Kabupaten Lombok Timu H.Muludin, kepada PorosLombok, Kamis (01/02).
Dikatakannya, naiknya suhu politik dirasakan masyarakat belakangan ini, potensi pemilu curang yang menghalalkan segala cara juga berseliweran di media sosial dan group-grup WA dan aplikasi lainnya.
” Peran media massa baik media cetak, online dan TV sangat penting untuk menyukseskan pemilu dan menangkal semua berita hoax yang disebarkan dengan tujuan tertentu,”ujarnya
Sebagai pilar demokrasi ke empat, kata dia, para jurnalis dan media sangat penting untuk menangkal pemilu curang, sesuai fungsi dan tugasnya wartawan akan memberitakan atau menginformasikan fakta yang sesuai kejadian di lapangan
“Saya menghimbau rekan jurnalis dan media tempatnya bekerja untuk memberitakan atau menginformasikan potensi kecurangan yang dilakukan oleh siapa saja,”tandasnya.
Muludin mengatakan, Potensi kecurangan bisa dilakukan oleh siapapun, bukan saja oleh oknum caleg dan tim suksesnya, tapi bisa juga dilakukan oknum aparat, oknum pelaksana pemilu (KPU dan jajarannya termasuk pengawas pemilu (oknum petugas Bawaslu) Bawaslu).
Selama proses pemilihan umum hingga tuntasnya pesta demokrasi tersebut, maka jurnalis dimanapun mereka berada di tanah air Indonesia sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab menyukseskan. Dalam melaksanakan tugas wartawan dilindungi UU, siapapun yang melakukan penyimpangan yang mengganggu proses Demokrasi bisa ditulis.
“Dalam melaksanakan tugasnya para Jurnalis juga bisa menjadi wasit, semisal ada oknum KPU, Bawaslu, ASN atau pejabat yang offside melaksanakan tugas, kami minta tidak segan segan untuk mempublikasikan,”tandasnya.
Dikatakan pemilu curang, selain menghasilkan pemilu yang tidak bermutu dan berkualitas hal itu juga akan merusak tatanan demokrasi. Wartawan menjadi garda terdepan menyelamatkan demokrasi Indonesia agar tidak keluar dari ketentuan yang berlalu.
Dalam penulisan berita, wartawan juga dituntut tanggung jawab dengan hasil karya jurnalistik. Tentunya mereka akan memberitakan sesuai fakta dan cak and balance sebelum tulisannya di beritakan dan juga harus berintegrasi, dituntut berkompeten dan profesional dalam melaksanakan tugas.
“Insya Allah wartawan yang ada di NTB khususnya Kabupaten Lombok Timur sangat paham dan tidak ikut jadi pemain dalam berita yang dimuat,” ungkapnya seraya berharap pemilu 2024 berjalan damai, sukses dan lancar.***














