Kisruh Sumur Bor dan PAMDES, Forum Pemuda Temusik Sambangi BPD Montong Betok, Lombok Timur

Lombok Timur. Poroslombok – Forum Pemuda Temusik Desa Montong Betok mendatangi BPD Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading untuk menyampaikan surat terkait keluhan masyarakat khususnya Dusun Temusik, Kamis (5/8).

Perwakilan Pemuda Temusik M. Hirwan Efendi atau yang akrab disapa Fandika menjelaskan kedatangannya ke kantor BPD Desa Montong Betok untuk melakukan audiensi sekaligus bersurat kepada BDP selaku wakil masyarakat di desa, agar BPD bisa menfasilitasi mereka bertemu dengan kepala desa dan pihak-pihak terkait yang menyangkut dengan PAMDES dan sumur bor yang ada di Dusun Temusik.

“Kami berharap BPD bisa menjadwal kita untuk bertemu dengan kepala desa secara baik-baik untuk menyampaikan keluhan masyarakat terkait sumur bor yang mangkrak dan PAMDES yang carut marut,” terangnya.

Fandika menjelaskan masyarakat di Dusun Temusik sudah beberapa kali menyampaikan secara lisan keluhan tersebut kepada kepala desa, tetapi menurutnya keluhan masyarakat tersebut tidak di gubris oleh Kepala Desa Montong Betok.

“Sumur bor yang ada di temusik ini hampir tiga tahun mangkrak tidak ada yang bertanggungjawab, itu kita sampaikan secara lisan tapi tidak digubris oleh pemerintah desa, ” terang Fandika.

Lebih lanjut Fandika menjelaskan, sumur BOR tersebut dibangun dengan biaya yang cukup besar. Tetapi walaupun pembangunannya sudah jadi, masyarakat tidak pernah menikmati airnya karena sumur bor kemungkinan tidak berair karena terlalu dangkal.

Keluhan yang kedua lanjutnya, mengenai PAMDES yang pengurusannya carut marut. Bahkan, sudah hampir mencapai 10 tahun PAMDES Montong Betok, tidak ada hasil yang signifikan yang diberikan pelayanannya kepada masyarakat.

Hal itu termasuk peraturan tumpang tindih, pungutan-pungutan liar yang terjadi. Karena menurutnya sampai hari ini kepengurusannya PAMDES tidak jelas, kemudian tukang pungut tetap jalan akan tetapi hasil yang dirasakan masyarakat tidak memuaskan.

“Mengenai PAMDES ini kita sudah sampaikan secara lisan, musyawarah, mufakat sudah kita lakukan tetapi sampai saat ini tidak ada penyelesaian, itu makanya kita minta hearing atau audiensi secara resmi dengan Pemdes Montong Betok” jelas Fandika.

Fandika berharap agar BPD desa Montong Betok secepatnya bisa menjadwalkan untuk bertemu dengan Kepala Desa dan pihak-pihak terkait untuk melakukan musyawarah.

Menanggapi hal tersebut ketua BPD desa Montong Betok H. Mahidin, menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat tersebut akan ditampung dan ditindak lanjuti oleh BPD.

Akan tetapi sebelumnya pihak BPD tentunya akan berkordinasi atau konsultasi dulu dengan kepala desa mengenai waktu yang pas untuk melakukan pertemuan.

“Kami belum bisa memastikan hari ini dan insyaallah apabila ada sinyal dari bapak kepala desa untuk menindak lanjuti, nanti kami akan panggil langsung kepada yang memiliki aspirasi untuk kita carikan jalan keluar,” jelasnya.

Oleh sebab itu lanjutnya, atas nama BPD memohon maaf karena tidak bisa serta merta akan menjawab langsung hari ini apa yang menjadi keinginan masyarakat untuk hearing dengan kepala desa dan pihak-pihak lainnya terkait keluhan masyarakat tersebut.. (Mr)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU