LOTIM – PorosLombok.com | Selama lima tahun kepemimpinan HM. Sukiman Azmy – H. Rumaksi (SUKMA) berbagai terobosan dan inovasi telah dilaksanakan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat, salah satunya adalah program KUR Lotim Berantas Rentenir melalui Kredit Tanpa Bunga (Berkembang).
Jelang berakhirnya masa pemerintahan Sukma, diharapkan program kredit usaha bagi peternak sapi tersebut dapat terus berlanjut. Terlebih program ini telah mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat, bahkan jadi percontohan.
Pada tahun ini, Bank Central Asia (BCA) telah menyalurkan pinjaman 100 persen KUR Lotim Berkembang kepada penerima manfaat (peternak), sedangkan tahun ini Pemda menargetkan 4.166 peternak, dengan menyiapkan 5 miliyar subsidi bunga.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur Masyhur, SP kepada poroslombok.com di Selong, Kamis (21/9/2023).
“Pada tahun ini pendistribusian KUR Lotim Berkembang yang direalisasikan oleh Bank BCA sudah 100 persen,” ujar Masyhur.
Dikatakannya, pada tahun ini terdapat perbedaan pola yang digunakan dimana pada tahun sebelumnya tidak ada penjamin yang belakangan diketahui menjadi persoalan, yakni terjadi kredit macet karena beberapa debitur tidak menunaikan kewajibannya.
Tahun ini Pemda Lombok Timur bekerjasama dengan PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda (BUMIDA) sebagai perusahaan asuransi ternak dalam program KUR Lotim Berkembang yang direalisasikan oleh Bank BCA sebagai penyalur.
Di lain sisi, Pemda melalui Disnakeswan akan membuka kembali peluang kerjasama dengan Bank BRI dan Bank BNI. Sebagaimana diketahui, pada tahun sebelumnya KUR Lotim Berkembang disalurkan oleh kedua Bank milik Pemerintah itu dengan menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
Belakangan, kedua Bank itu belum menyatakan kesediaannya yang disinyalir karena persoalan kredit macet. Namun info terbaru beberapa debitur sudah melunasi pinjamannya.
“Untuk BRI dan BNI belum ada pengadaan sampai saat ini. Nanti setelah selesai ini (dengan BCA-red), kita akan merapat lagi dengan BRI dan BNI, apakah mereka akan membeli lagi KUR Lotim Berkembang ini, nanti kita lihat,” katanya.
Saat yang sama, lanjut dia, Bupati Sukiman juga terus memberikan suport agar program tersebut dapat terus berlanjut, siapapun pemimpin kedepannya. Apatah lagi program itu juga mendapatkan apresiasi dari pihak Bank BCA yang menjadikan Lombok Timur sebagai pilot project.
Karenanya, Masyhur memandang perlunya melakukan evaluasi untuk kemudian dicarikan solusinya agar kedepan tidak terjadi lagi adanya kredit macet sebagaimana tahun sebelumnya.
Menurut dia, ada tiga hal yang menyebabkan kredit KUR Lotim Berkembang menjadi macet. Diantaranya adalah; (1). Kurangnya sosialisasi (2). Tidak melibatkan UPT Puskeswan secara teknis, dan (3). Tidak ada penjamin.
Selanjutnya Masyhur menjelaskan, kurangnya sosialisasi menyebabkan masyarakat salah persepsi sehingga menganggap program tersebut sebagai bantuan cuma-cuma dari pemerintah.
Selanjutnya tidak dilibatkannya UPT kecamatan sejak awal meninggalkan persoalan di lapangan. Padahal petugas UPT mengetahui semua titik-titik lokasi ternak di wilayah kecamatan tersebut, sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan pengawasan secara berkala.
“Nah kedepan pola kita harus ada penjamin. Di dalam satu kelompok itu nanti siapa yang menjadi penjamin, sehingga pertanggungjawabannya jelas. Jaminannya nanti dipegang oleh Pemda, bukan dipegang oleh Bank,” tandasnya.
Kabar baiknya, pada tahun ini Lombok Timur akan mendapatkan bantuan sapi sebanyak 300 ekor dari Pemerintah pusat yang bersumber dari dana APBN. Kaitannya dengan itu, Disnakeswan Lotim sedang melakukan tahapan sosialisasi.
(Anas/PL)















