Kwarcab Lombok Timur Tidak Bertuan, Pengurus Dianggap Lemah Syahwat

Lombok Timur – Poros lombok.com || Sudah hampir satu bulan lamanya Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lombok Timur H. Moh Zainuddin meninggal dunia, namun tidak ada tanda-tanda pengurus Kwarcab melakukan gerakan.

Menurut tokoh Pramuka dan beberapa anggota Kwartir Ranting (Kwaran) yang tidak bersedia disebutkan namanya, seharusnya anggota pengurus Kwarcab mengambil inisiatif untuk melakukan musyawarah luar biasa (muscablub) ketika ketua meninggal dunia.

“Sesuai dengan AD/ART, ketika ketua meninggal dunia, mengundurkan diri atau berhalangan tetap, maka harus dilakukan pergantian,” kata sumber media ini,” Sabtu (26/10/2024).

Sumber juga menyentil kinerja pengurus yang hanya berkutat untuk mencari anggaran di Pemda, tetapi tidak ada gerakan taktis untuk melaksanakan Muscablub sesuai yang diamanahkan AD/ART.

Bahkan bukan hanya ketua yang meninggal dunia, tetapi sekretaris juga sudah meninggal dunia sehingga seyogyanya para pengurus harus bergerak cepat melaksanakan muscablub untuk dilakukan pergantian.

“Entah apa yang ada di pikiran mereka sehingga tidak ada inisiatif untuk melakukan pergantian. Para pengurus seperti orang lemah syahwat,” sindirnya.

Mereka menyayangkan kondisi Pramuka Lombok Timur saat ini yang disebutkan sebagai sejarah kelam gerakan Pramuka di Bumi Patuh Karya.

Betapa tidak, dulu semasa hayat almarhum H. Zainuddin pernah digelindingkan wacana pergantian ketua. Tetapi situasinya terbalik disaat jabatan ketua lowong, justru tidak ada inisiatif untuk segera dilakukan pergantian.

(Anas/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU