Mataram, PorosLombok.com – Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) nomor urut 3, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa tidak ada program spesifik yang dirancang untuk 100 hari pertama setelah terpilih. Pernyataan tersebut disampaikan Iqbal dalam perbincangannya dengan media pada Senin (2/12).
Iqbal, yang merupakan mantan Duta Besar RI untuk Turki, menjelaskan bahwa fokus utamanya adalah menangani permasalahan mendesak di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Menurutnya, durasi waktu 100 hari tidak seharusnya dijadikan tolok ukur keberhasilan pemerintahan.
“Tidak ada program 100 hari. Kalau ada yang bisa diselesaikan sebelum 100 hari, ya kami selesaikan,” tegas Iqbal.
Iqbal juga mengungkapkan rencananya untuk segera bertemu dengan dua pasangan calon lainnya, yakni paslon nomor urut 1, Sitti Rohmi Djalillah-Musyafirin (Rohmi-Firin), dan paslon nomor urut 2, Zulkieflimansyah-Suhaili (Zul-Uhel), sebelum rapat pleno KPU.
“Mungkin sebelum Desember pun kami bisa bertemu (dengan Paslon 01 dan 02),” katanya.
Iqbal juga memastikan bahwa komunikasi yang terjalin dengan kedua paslon tersebut tetap harmonis dan penuh kedamaian.
“Hubungan baik yang sudah terjalin di antara kami lebih penting daripada dinamika politik,” ujar Iqbal, menambahkan bahwa persahabatan tetap menjadi prioritas utama.
Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) yang dirilis lembaga survei KedaiKOPI, pasangan Iqbal-Dinda meraih suara terbanyak dengan 42,22%. Paslon nomor urut 1, Rohmi-Firin, memperoleh 27,84%, sementara paslon nomor urut 2, Zul-Uhel, meraih 29,94%.
Dengan hasil tersebut, Iqbal bersama pasangannya, Dinda, menyatakan siap bekerja keras untuk membawa NTB menuju kemajuan, dengan tetap mengedepankan kolaborasi dan persatuan demi kebaikan bersama. ***














