PorosLombok.com- Lembaga Amal Zakat Infaq Shodaqoh Wakaf dan Hibah (LAZAH NW) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang mengalami dampak kekeringan di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya di “Gumi Sabalong Samalewa”, Sumbawa. Pada Minggu (20/10).
LAZAH NW melanjutkan program berbagi air bersih di dua lokasi di Kabupaten Sumbawa, yakni Dusun PPN Jaya, Desa Usar, Kecamatan Pelampang dan Dusun Labangka II, Desa Labangka, Kecamatan Labangka.
Sekretaris PW Lazah NW NTB, Moh. Nawawi Ishaq, menjelaskan bahwa program ini menargetkan sekitar 800 kepala keluarga yang tersebar di dua kecamatan tersebut.
“Kami memahami betapa pentingnya akses terhadap air bersih, terutama di tengah situasi kekeringan yang melanda daerah ini,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, LAZAH NW menyiapkan sekitar 25.000 liter air bersih untuk didistribusikan kepada warga. Namun, kendala jarak dari sumber air ke lokasi distribusi menjadi tantangan tersendiri.
“Untuk Dusun PPN Jaya, Desa Usar, kami hanya bisa mendistribusikan 5.000 liter air bersih,” kata Nawawi.
Jarak antara sumber air dan lokasi distribusi di Dusun PPN Jaya mencapai sekitar 45 kilometer. Hal ini menyebabkan keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan air bersih sesuai target awal.
“Sopir armada kami mengalami kesulitan untuk mengangkut air dalam jumlah besar karena jaraknya yang cukup jauh,” tambahnya.
Harga per tangki berisi 5.000 liter air berkisar Rp600.000. Dengan jarak yang jauh, distribusi hanya bisa dilakukan satu kali angkut.
“Kami berusaha semaksimal mungkin, tetapi situasi di lapangan memang cukup menantang,” ungkap Nawawi.
Sementara itu, di Dusun Labangka II, Desa Labangka, rencana distribusi 25.000 liter air bersih harus dibatalkan. Sebagai alternatif, LAZAH NW menyediakan 60 galon air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Kami beralih ke galon karena sopir armada membatalkan pengiriman akibat jarak yang terlalu jauh,” jelasnya.
Jarak dari sumber air ke Desa Labangka mencapai sekitar 90 kilometer, membuat distribusi air bersih dalam jumlah besar menjadi tidak memungkinkan.
“Kami harus mencari solusi cepat agar warga tidak semakin kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Nawawi.
Sementara itu Bendahara PW. LAZAH NW NTB Muhajirin, SPd menyampaikan, Program NW Berbagi Air Bersih ini merupakan bagian dari upaya LAZAH NW untuk meringankan beban masyarakat di tengah krisis air bersih yang melanda banyak daerah di NTB. Meskipun menghadapi berbagai kendala, LAZAH NW berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Muhajirin menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya mencari cara agar bantuan dapat tersalurkan dengan lebih efektif.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Akan ada langkah-langkah lanjutan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat,” tegasnya.
Dalam situasi seperti ini, kerjasama dengan pihak lain menjadi sangat penting. LAZAH NW berharap dapat bekerja sama dengan lebih banyak pihak untuk memperluas jangkauan bantuan.
“Kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak akan sangat membantu misi kemanusiaan ini,” harapnya
Muhajirin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu merealisasikan program ini.
“Kami berterima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan. Semoga ke depannya, program ini bisa berjalan lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
Program bantuan air bersih ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, sembari menunggu langkah-langkah jangka panjang dari pemerintah dan pihak terkait lainnya.
(Arul/PorosLombok)














