LOTIM – Demi memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kabupaten Lombok Timur akan segera membentuk tim pemadam kebakaran di tingkat desa.
Tim pemadam kebakaran tingkat desa itu akan diambil dari anggota Badan Keamanan Desa (BKD) yang ada di masing – masing desa.
Hal ini diungakapkan Kabid Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Timur Athar SAP saat ditemui diruang kerjanya selasa (27/07).
Athar mengatakan jumlah Relawan pemadam tingkat desa tergantung jumlah BKD, selanjutnya tim inilah yang nantinya akan diedukasi dan dibimbing secara teknis tentang bagaimana cara dalam melakukan tugas jika terjadi kebakaran.
“Kita kasih teorinya dulu baru nanti prakteknya minimal pemadaman api awal baru nanti kita menjurus ke yang lebih luas,” ucap Athar.
Athar juga menyampaikan pihak Damkar nantinya akan berupaya memaksimalkan para Tim Damkar di setiap desa sehingga penanganan api awal bisa lebih maksimal karna di setiap kejadian kebakaran, tim pemadam 15 menit harus ada di TKP.
Athar menilai, keberhasilan proyek itu tidak lepas dari kerjasama dengan pihak desa agar kinerja para tim didesa lebih maksimal minimal untuk pengadaan tempat penampungan air.
“Jadi nanti kalau ada kebakaran di desa, kita tidak kesulitan mencari sumber air untuk mengisi armada selanjutnya , dan ini juga bisa double fungsi jika sewaktu – waktu masyarkat membutuhkan air ini juga bisa digunakan,” ucapnya.
Lebih lanjut Athar menyebut Tim Damkar Desa ini bukan hanya menangani kebakaran saja, namun bertugas dalam bidang penyelamatan sehingga masyarakat perlu diberikan pemahaman yang lebih luas mengenai tugas pokok dan fungsi damakarmad khususnya di kabupaten lombok timur
Terkait anggaran terang Athar, untuk sementara di tahun ini diusulkan dari anggaran perubahan kemudian untuk maksimalnya kegiatan ditargetkan pada tahun 2022 Karena disana acuan daripada Restra dan kita mengacu pada anggaran yang ada di desa.
“Setelah kita edukasi para kepala desa insyaallah banyak yang antusias karana selama ini desa bisa mengadakan ambulans kenapa tidak mobil pemadam yang kecil atau minimal mobil tangki bisa dibeli lewat anggaran dana desa,” tandasnya.
Athar berharap untuk para kepala desa ataupun lembaga-lembaga yang ada di Lombok Timur menyediakan alat pemadam minimal sesuai dengan SOP yang sudah di tetapkan untuk menjaga kemungkinan jika terjadi kebakaran.
“Karena dalam Permendagri bahwa minimal ada alat pemadam api ringan serta di masyarakat minimal satu rumah tangga satu alat pemadam,” harapnya. (rl)


















