Membanggakan! Lotim Dominasi Juara 1 Lomba Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi

Poroslombok.com • LOTIM –

Masyarakat Bumi Patuh Karya patut berbangga dengan deretan prestasi yang diraih oleh Pemda, Desa, maupun para pemuda Lombok Timur.

Pasalnya, setelah Bupati Sukiman menerima penghargaan sertifikat Eliminasi Malaria, Desa Kumbang terpilih sebagai calon Desa Antikorupsi, kini tiga pemuda asal lotim memborong juara 1 Lomba Pemuda Pelopor tingkat provinsi.

Kepastian itu didapatkan setelah pada hari Kamis, tanggal 16 Juni 2022 kemarin, hasil seleksi tingkat provinsi menetapkan tiga orang perwakilan lombok timur mendominasi juara satu, untuk menuju tingkat nasional.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Lotim, Saifuddin Zuhri, saat dikonfirmasi poroslombok.com, Jum’at (17/6/22).

Syaifuddin menyebut, dalam ajang Lomba Pemuda Pelopor itu, ada lima bidang yang diperlombakan di seluruh indonesia sesuai dengan program pemerintah pusat.

“Jadi setelah tim seleksi dari provinsi turun langsung ke lapangan untuk melakukan penilaian, Alhamdulillah lombok timur mendominasi juara satu,” ucap Bang Syaif, begitu ia karib dipanggil.

Kelima bidang itu diantaranya adalah; (1).Bidang Pendidikan, (2). Bidang Sosial dan Budaya, (3). Bidang Inovasi Teknologi, (4). Bidang Pangan dan (5). Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam dan Pariwisata.

Dari lima bidang itu, lanjut dia, lombok timur berhasil meraih juara satu dalam tiga bidang. Diantaranya adalah Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam dan Pariwisata yang diraih atas nama Lukmanul Hakim asal Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru.

Yang kedua Bidang Inovasi Teknologi yang diraih oleh Muh. Zulham Mardiansyah asal Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat. Dan yang ketiga Bidang Sosial dan Budaya atas nama Firman Siddiq asal Desa Anjani, Kecamatan Suralaga.

“Nah ketiga orang ini sekarang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi tingkat nasional,” terang Bang Syaif.

Lanjut dia, pada puncaknya nanti, jika dari ketiga orang perwakilan NTB dari Lombok Timur ini ada yang meraih juara satu tingkat nasional, maka mereka akan dipanggil saat acara perayaan sumpah pemuda pada 28 Oktober nanti.

“Nah disanalah mereka diberikan hadiahnya oleh Kementerian Pemuda dan Olag Raga,” kata dia menambahkan.

Lalu apa yang membanggakan dari ketiga orang ini sehingga bisa mendapatkan juara satu? Syaifuddin menjelaskan, Lukmanul Hakim misalnya, ia telah mampu merubah hutan bakau di wilayahnya yang dulunya hanya tempat sampah dan wilayahnya tidak terurus.

Lalu kemudian, tempat yang kotor dan tidak terurus itu ia rubah suasananya menjadi tempat wisata. Di tempat itu mereka menanam pohon mangrove.

Lalu kemudian pada Bidang Inovasi Teknologi. Seorang anak muda bernama Zulham Mardiansyah, mampu membuat sabun dari bahan-bahan tradisional yang ada disekitarnya.

Selain itu, Zulham Mardiansyah juga mampu membuat pewangi untuk pakaian, shampo untuk mencuci mobil, kemudian shampo untuk rambut dan lain sebagainya. Inilah yang sudah dilakukan dan bahkan sudah di jual.

Lalu yang ketiga, Bidang Sosial dan Budaya atas nama Firman Siddiq, sudah dari sejak lama ia telah banyak membantu para TKI maupun TKW yang bermasalah di luar negeri.

Dalam melaksanakan kegiatan sosialnya, tentu Firman Siddiq tidak bergerak sendiri, ia bersinergi dengan NGO, pemerintah, dan tentu saja melibatkan lembaga yang digagasnya yakni Lembaga Sosial Desa (LSD).

Atas prestasi membanggakan itu, Bupati Lombok Timur telah memberikan reward (penghargaan-red) kepada mereka dengan bonus yang cukup bombastis.

“Jika pada tahun-tahun sebelumnya pemda hanya memberikan Rp. 15 juta. Kali ini, sesuai arahan pak bupati, mereka diberikan sebesar Rp. 50 juta untuk semua kategori juara,” tuturnya.

Setelah meraih juara satu tingkat provinsi dan akan menjadi wakil NTB di tingkat nasional, sudah barang tentu ketiganya menjadi tanggungjawab provinsi. Kendati begitu, pemda lotim tidak akan tinggal diam.

Kedepan, pihak Dispora Lotim dengan Dispora Provinsi akan tetap bergandengan tangan, untuk bersama-sama bagaimana melakukan pembinaan. Termasuk nantinya tetap melibatkan pihak Kecamatan dan Pemdes setempat.

“Karna tim pusat, selain akan mempresentasikan apa yang sudah dikaryakan, mereka juga akan turun ke lapangan. Nah, pada saat mereka turun kita akan melakukan pendampingan serta akan memberikan pengakuan kepada mereka tentang apa yang sudah mereka karyakan benar adanya,” pungkasnya.

(Anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU