LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com || Setelah libur menyambut awal Ramadhan 1446 Hijriah / 2025 Masehi, kini para siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA kembali masuk sekolah. Di beberapa sekolah, tampak suasana tidak seramai biasanya. Rupanya masalah klasik masih kerap terjadi dimana sebagian siswa bolos alias tidak masuk sekolah.
Namun suasana berbeda terlihat di SMPN 2 Keruak. Para siswa di sekolah tersebut tidak terpengaruh dengan suasana bulan puasa. Mereka justru menjadikan moment puasa Ramadhan sebagai wadah menumbuhkan karakter yang lebih baik.
Menurut pengakuan Kepala Sekolah SMPN 2 Keruak Lalu Wirajaya, S.Pd bahwa persentase siswa yang masuk sekolah pada bulan puasa ini mencapai 99 persen. Ini menunjukkan bahwa para siswa di sekolah tersebut memiliki karakter yang baik, bahwa puasa bukan alasan untuk bermalas malasan.
“Insyaallah siswa kami disini tidak ada yang malas. Memang ada saja satu dua siswa yang tidak masuk. Tetapi insyaallah 99 persen masuk,” ungkap Lalu Wirajaya kepada media ini, Sabtu (8/3/2025).
Lalu Wirajaya menambahkan, tidak ada program khusus di bulan puasa, hanya saja sistem pembelajaran selama bulan Ramadan sedikit berbeda dimana penekanannya pada kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman, takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kegiatan sosial yang dapat membentuk karakter dan kepribadian utama siswa.
“Kalo belajar seperti biasa. Hanya saja sebelum belajar para siswa harus mengikuti imtaq terlebih dahulu,” katanya.
Fokus imtaq setiap hari selama bulan Ramadhan diharapkan dapat menumbuhkan karakter siswa yang islami. Hal itu tentu menjadi harapan semua orang tua siswa dimana sekolah tidak sebatas mentransfer ilmu, tetapi juga dapat membentuk jiwa siswa yang berakhlaqul karimah.
Disinggung soal kebijakan dan program yang kerap berganti, Lalu Wirajaya memastikan tidak ada keluhan dari para guru. Bahkan dia memastikan para guru selalu ikhlas sehingga membuat mereka bisa lebih cepat beradaptasi terhadap program baru.
“Insyaallah guru kita disini tidak ada yang mengeluh. Mereka ikhlas dan bisa beradaptasi terhadap perubahan program,” demikian Lalu Wirajaya.
Anas/PL















