NTB Jadi Magnet Dunia, 37 Delegasi Internasional Dijadwalkan Hadir di Lombok

Mataram, PorosLombok.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal jadi tuan rumah gelaran International Government Summit (IGS) 2025. Sebanyak 37 delegasi dari berbagai negara dijadwalkan mendarat di Lombok pada Jumat, 8 Mei 2025.

Kepala Dinas Kominfotik NTB Yusron Hadi menyebut pihaknya sudah mengantongi data final para tamu negara yang akan menghadiri perhelatan diplomatik bergengsi tersebut.

“Total ada 37 delegasi. Termasuk di antaranya duta besar, kepala perwakilan, hingga konsulat jenderal,” kata Yusron kepada wartawan, Rabu (7/5).

Dari data itu, terdapat sepuluh pasangan suami-istri yang ikut serta. Selain itu, lima dubes, dua konjen, empat kepala perwakilan, satu deputi, empat representatif, dan satu staf kedutaan turut dalam rombongan.

Para delegasi dijadwalkan datang melalui tiga penerbangan berbeda di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Namun, ada kemungkinan bertambah jadi empat, karena satu perwakilan dari Jepang masih dinantikan.

“Kami masih tunggu konfirmasi dari Yuki. Siang ini saya rapat final di Sangkareang,” jelas Yusron.

Penyambutan resmi akan digelar sesaat setelah kedatangan. Gubernur NTB akan menerima para tamu di bandara. Malam harinya, mereka dijamu dalam acara makan malam di Hotel Merumatta Senggigi.

“Ini bentuk penghormatan Gubernur NTB kepada para delegasi,” ucap Yusron.

Selanjutnya para delegasi akan diajak mengunjungi Kota Tua Ampenan dan diterima langsung oleh Wali Kota Mataram bersama stakeholder pariwisata. Lokasi itu dipilih karena nilai historis dan budaya yang kuat.

Usai dari Ampenan, rombongan bergerak ke Museum Negeri NTB. Setelah itu, Gubernur NTB akan memaparkan potensi daerah dalam ekspos khusus di Bank NTB Syariah yang dihadiri para duta besar.

“Setelah ekspos, mereka lanjut ke NTB Mall untuk melihat produk UMKM kita,” tutur Yusron.

Agenda selanjutnya adalah kunjungan ke Desa Wisata Bilebante. Sebelumnya, delegasi dari negara muslim akan menunaikan salat Jumat di masjid terdekat.

“Empat negara delegasinya muslim. Kita beri waktu mereka salat dulu,” katanya.

Di Bilebante, para tamu disambut Wakil Menteri Parekraf yang dijadwalkan tiba malam sebelum acara.

Kegiatan berlanjut ke Mandalika. Di sana, para tamu dijadwalkan menghadiri ekspos ITDC, penanaman pohon oleh seluruh delegasi, serta menyaksikan persiapan event balap GT yang digelar bertepatan.

“Kami siapkan titik penanaman pohon di sekitar sirkuit Mandalika,” ujar Yusron.

Meski GT Mandalika bukan bagian dari IGS, kehadiran delegasi dalam momen tersebut diyakini ikut mengangkat pamor NTB sebagai destinasi sport tourism.

“Ini momen promosi luar biasa. Tidak kami atur, tapi pas momennya,” sambungnya.

Menurut Yusron, kegiatan ini tak sekadar diplomasi budaya, tapi juga membawa misi ekonomi. Pemerintah berharap para dubes bisa membawa peluang investasi, khususnya di sektor pariwisata, agrobisnis, dan maritim.

“Arahnya jelas. Sesuai visi Gubernur, NTB fokus di pariwisata, agro, dan maritim,” tegasnya.

Untuk memperkuat kesan budaya, Pemprov menyiapkan atraksi lokal di tiap lokasi kunjungan. Mulai dari tarian adat, barongsai, hingga tenant UMKM yang dikurasi khusus.

“Budaya tetap jadi panggung utama. Semua sudah kami siapkan,” ungkap Yusron.

Dipilihnya NTB sebagai tuan rumah IGS 2025 disebut sebagai bentuk perhatian khusus dari Kementerian Luar Negeri RI. Pemerintah pusat menilai NTB memiliki kekuatan ekonomi dan budaya yang layak diperkenalkan secara global.

“Ini kepercayaan besar dari pusat. NTB jadi jendela dunia,” kata Yusron menutup.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU