(Poroslombok.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bergerak cepat memberikan atensi khusus terhadap operasional 632 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di seluruh wilayah Bumi Gora.
Langkah ini diambil Pemprov NTB untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa adanya kendala teknis maupun kesehatan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melalui Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menginstruksikan agar seluruh simpul layanan menjadikan keamanan pangan sebagai prioritas nomor satu.
Kebijakan tegas Pemprov NTB ini merespons adanya laporan dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan di salah satu wilayah yang diduga bersumber dari bahan pangan tidak layak konsumsi.
”Gubernur menerima laporan adanya kejadian yang diduga disebabkan susu kedaluwarsa. Pemprov NTB menegaskan hal ini tidak boleh terulang lagi di masa mendatang,” ujar Ahsanul Khalik, Senin (19/1).
Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemprov NTB kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek operasional di 632 SPPG yang sudah mulai beroperasi melayani warga.
Evaluasi yang dipimpin Pemprov NTB ini menyasar tingkat disiplin petugas, standar kompetensi juru masak, hingga transparansi dalam proses pengadaan bahan baku di setiap unit layanan.
Sesuai arahan Gubernur, Pemprov NTB juga memperketat pantauan terhadap pihak ketiga atau supplier guna menjamin seluruh bahan baku tetap segar dan memenuhi standar kesehatan yang ketat.
Proses produksi pangan, mulai dari sterilisasi, teknik memasak, hingga pengemasan dan distribusi, kini berada di bawah pengawasan intensif perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov NTB.
Hingga 18 Januari 2026, Pemprov NTB mencatat sebanyak 632 SPPG telah operasional, mencakup unit mitra, pondok pesantren, hingga kolaborasi bersama unsur TNI dan Polri.
Eksistensi SPPG ini menjadi kunci bagi Pemprov NTB dalam menjangkau sekitar 1,88 juta penerima manfaat, mulai dari balita, anak sekolah, hingga ibu hamil dan menyusui di seluruh pelosok desa.
Pemprov NTB juga berhasil mengintegrasikan program ini dengan penguatan ekonomi lokal yang menyerap 29.605 tenaga kerja serta melibatkan ribuan UMKM dan BUMDes sebagai mitra.
Ke depan, Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan rutin untuk menjamin keberlanjutan program nasional ini di tingkat provinsi.
“Pemprov NTB memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Program MBG harus berjalan sukses dan aman bagi seluruh penerima manfaat,” pungkas pria yang akrab disapa Aka tersebut.
(*/porosLombok)















