Lombok Timur Perangi Stunting dengan “Genting”, Layanan Kesehatan Kini Cukup dengan KTP

Lombok Timur, PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berinovasi dalam sektor kesehatan. Tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga memperkuat pencegahan, terutama dalam menekan angka stunting dan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Penjabat (Pj.) Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi kunci utama. Salah satu program unggulan yang terus diperkuat adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting.

“Target kita pada 2025 ada 11.868 anak yang mendapat dukungan dari gerakan ini. Tidak hanya pemerintah, tetapi OPD, NGO, perguruan tinggi, hingga BUMN dan masyarakat ikut serta. Ini bukti bahwa stunting bukan hanya urusan negara, tetapi urusan kemanusiaan,” ujarnya saat menjadi Inspektur Upacara Gabungan OPD di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (17/2).

Selain penanganan stunting, masyarakat kini semakin mudah mengakses layanan kesehatan. Sebanyak 35 puskesmas di seluruh Lombok Timur telah menyediakan layanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga (KK).

Tak hanya itu, RSUD dr. R. Soedjono Selong terus meningkatkan standar pelayanan dengan menambah peralatan canggih seperti Mammography dan CT Scan 128 slice. Dengan alat ini, deteksi dini penyakit bisa dilakukan lebih cepat, sehingga penanganannya lebih efektif dan efisien.

“Kesehatan bukan sekadar mengobati, tetapi bagaimana kita bisa mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit. Itu sebabnya deteksi dini menjadi fokus utama,” kata Juaini Taofik.

Upaya pengendalian penduduk juga menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Total Fertility Rate (TFR) tahun 2024, angka kelahiran di Lombok Timur tercatat 2,42. Hal ini menunjukkan keberhasilan program Pendewasaan Usia Perkawinan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap program KB.

“Semakin banyak anak muda yang sadar bahwa pernikahan bukan sekadar seremoni, tetapi butuh kesiapan mental dan ekonomi. Ini langkah besar bagi masa depan keluarga di Lombok Timur,” tegasnya.

Menjelang musim hujan dan bulan Ramadan, Juaini Taofik juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap demam berdarah dengan menerapkan gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur). Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebugaran agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pelantikan serentak kepala daerah yang akan berlangsung pada 20 Februari di Ibu Kota Negara. Pelantikan ini mengikuti regulasi terbaru yang mengamanatkan bahwa seluruh kepala daerah dilantik langsung oleh Presiden.

“Saya ingin mengingatkan bahwa keberadaan penjabat bupati adalah untuk menjamin roda pemerintahan tetap berjalan. Kita tidak boleh lengah, pembangunan harus terus berlanjut, dan yang utama, masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.

Arul | PorosLombok

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU