Pemda Lotim Canangkan Sekolah Rakyat, Dorong Koperasi Merah Putih di Tiap Desa

Lombok Timur, PorosLombok.com – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh Edwin Hadiwijaya menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di Yayasan Ponpes Al–Istiqomah, Lendang Batu, Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Kamis (24/4).

Dalam sambutannya, Wabup mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memajukan sektor pendidikan. Ia juga menyinggung perubahan sistem pendidikan nasional melalui program “Sekolah Garuda” yang kini tengah digodok pemerintah.

Menariknya, Wabup juga mengumumkan rencana pendirian Sekolah Rakyat (SR) di Lombok Timur. Program ini akan dikelola Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan dan menyasar anak-anak miskin serta yatim piatu.

Dua wilayah yang diusulkan sebagai lokasi pendirian SR adalah Sakra dan Lenek. “Kami ingin SR ini bisa segera diwujudkan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa menikmati akses pendidikan yang layak,” kata Wabup.

Selain pendidikan, Wabup juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah memberikan dampak positif bagi petani. Meski begitu, dia mengakui masih ada kendala pada komoditas jagung.

Wabup optimistis ketahanan pangan nasional cukup stabil dan bahkan membuka peluang ekspor beras. “Ketahanan pangan adalah prioritas utama. Kalau pangan lemah, negara bisa runtuh,” tegasnya, merujuk pada pandangan Presiden Prabowo.

Untuk menopang ekonomi masyarakat desa, Pemda Lotim juga menargetkan pembentukan koperasi Merah Putih di setiap desa. Anggaran sebesar Rp2 miliar telah disiapkan untuk memperkuat keberadaan koperasi sebagai pelengkap BUMDes.

Wabup juga menjelaskan bahwa pendistribusian bantuan sembako sudah dilakukan oleh camat dan kepala desa sejak 17 Maret hingga 14 April. Pemerintah juga menyiapkan bantuan modal untuk pedagang kaki lima.

“Pihak kecamatan akan dilibatkan dalam penyusunan juknis bantuan ini,” ungkapnya.

Pemda, lanjut Wabup, juga akan terus menjalin komunikasi erat dengan para dai dan khatib guna menyampaikan pesan-pesan pembangunan ke masyarakat.

Di akhir sambutannya, Wabup mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban demi kelancaran pembangunan RKB Ponpes Al-Istiqomah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Al-Istiqomah, Mulyadi, menjelaskan bahwa lembaganya membina tiga jenjang pendidikan, yakni TK, SD, dan SMP.

Ia menyebut pembangunan RKB sangat mendesak karena siswa kelas 3 belum memiliki ruang kelas permanen. Saat ini, ada tiga kelas darurat yang masih digunakan siswa kelas 3, 4, dan 5.

Mulyadi juga mengapresiasi kekompakan masyarakat yang berhasil mewujudkan pembangunan tahap awal pada 2023 lalu. Ia berharap dukungan dari semua pihak terus mengalir.

Setelah sambutan, Wabup bersama Ketua Yayasan melakukan peletakan batu pertama. Acara turut diisi pengajian silaturahmi dan dihadiri anggota DPRD Provinsi NTB, Kepala Biro Kesra NTB, camat, kepala desa, kapolsek, tokoh agama, tokoh adat, serta warga setempat.

(*/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU