Pemprov NTB Kaji Teknologi Soil Stabilizer dari Australia Atasi Kerusakan Jalan

Pemprov NTB kaji teknologi soil stabilizer asal Australia untuk perkuat infrastruktur jalan. Miq Iqbal pastikan inovasi ini tahan cuaca ekstrem dan hemat anggaran.

PorosLombok.com – Pemerintah Provinsi NTB mulai mempelajari secara serius teknologi konstruksi asal Australia guna mengatasi kerusakan infrastruktur jalan akibat faktor alam dan bencana hidrometeorologi.

​Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan jajaran pemerintah daerah kini sedang mengumpulkan berbagai inovasi infrastruktur yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi terjangan banjir yang sering melanda titik-titik strategis di daerah.

​”Kami mencari sistem yang paling kuat menghadapi kondisi alam di wilayah ini,” katanya.Minggu (08/03/2026).

​Mantan Duta Besar RI untuk Turki yang akrab disapa Miq Iqbal ini mengambil langkah taktis menyusul banyaknya titik jalan di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa yang rusak parah meskipun sudah berulang kali diperbaiki dinas terkait.

​Miq Iqbal menjelaskan teknologi bernama soil stabilizer dari Australia tersebut pada awalnya digunakan secara khusus untuk memperkuat jalur transportasi berat di area pertambangan yang memiliki beban kerja sangat tinggi.

​”Sistem ini sangat masuk akal bagi wilayah tropis dengan tekanan air tinggi,” ujarnya.

​Penggunaan aspal konvensional selama ini terbukti seringkali tidak mampu bertahan lama melawan tekanan air tinggi serta kondisi tanah yang sangat dinamis, sehingga dibutuhkan inovasi material baru yang jauh lebih mumpuni secara fisik.

Ia mengungkapkan pihaknya telah menugaskan Dinas PUPR untuk melakukan kajian teknis mendalam guna menguji efektivitas inovasi baru tersebut dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan agar segera mendapatkan hasil akurat.

​”Keputusan tetap mengenai penggunaan teknologi ini akan segera keluar,” jelasnya.

​Kondisi keuangan daerah yang kini mulai stabil tanpa beban utang masa lalu memberikan ruang lebih bagi percepatan pembangunan infrastruktur fisik secara merata baik di wilayah Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa secara adil.

​Miq Iqbal memaparkan setidaknya ada 31 titik jalan provinsi yang saat ini masuk kategori mendesak untuk segera diperbaiki akibat terjangan banjir agar mobilitas warga dan distribusi barang tidak lagi terhambat di lapangan.

​”Seluruh jalur tersebut sangat strategis bagi mobilitas ekonomi warga,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU