Pengadaan Sapi Eksotik Terpaksa Ditender Ulang, Ini Penjelasan Kabag ULPBJ Mustofa

LOTIM, Poroslombok – Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) Kabupaten Lombok Timur melakukan tender ulang terhadap Bansos Sapi dari Pokok Pikiran (pokir) Dewan Lombok Timur. Hal itu dikatakan Kepala ULPBJ Lombok Timur, Mustofa, S.Sos.

Dalam tahapan menentukan pemenang tender dari penyedia atau rekanan, pihak Pokja tentu terlebih dahulu mengecek seluruh kesiapan para penyedia mulai dari kelengkapan administrasi dan fisik (ketersediaan Sapi).

“Terkait tender sapi, kenapa kita tender ulang?, karena murni faktor persyaratan, tidak ada yang lain. sebab, setelah dicek oleh Pokja, mulai dari kelengkapan administrasi dan fisik ketersediaan sapi yang dimiliki pihak penyedia, yaitu 25 persen sesuai dengan prosedur lelang, itu tidak terpenuhi, ” kata Mustofa kepada awak media, Jum’at (13/08/2021).

Dijelaskannya, pihak Pokja tentu melakukan survei terlebih dahulu kepada para penyedia. Dimana kelima penyedia tidak memenuhi 25 persen, yaitu keberadaan sapi sebanyak 41 ekor di kandang. Jika kurang dari 41 ekor sapi, misalkan ada 36 ekor otomatis dinyatakan tidak memenuhi,” jelasnya.

Tender yang diulang ini hanya satu, yaitu pengadaan sapi Eksotik yang anggarannya sekitar 3 Milyar. Sementara terkait kapan akan ditender lagi, masih belum ditentukan jadwalnya. Kita masih dalam proses, semoga saja Minggu depan bisa kita laksanakan tender melalui LPSE,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dinas Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur, Zulfan Asri, saat dikonfirmasi membenarkan alasan kenapa Bansos Sapi Eksotik di tender ulang. “Kalau masalah tender yang menentukan ULPBJ, kita disini melakukan verifikasi proposal atas usulan dari dewan untuk konstituen yang kemudian akan kita distribusikan jika sudah ditender oleh pihak ULPBJ,” Jelasnya.

Untuk penyaluran sapi jenis lainnya seperti indukan, bakalan dan sapi lokal juga masih dalam proses tender. Saat ini, sambung dia, masih dalam tahap pembuktian bukti fisik, sehingga sampai saat ini belum ada pemenang. Oleh sebab itu, saat ini pendistribusian kepada penerima manfaat masih belum bisa dilakukan. “Kita berharap Minggu depan, ULPBJ sudah bisa membuka tender untuk para rekanan, agar penyaluran tahap perubahan segara terlaksana,” Tutupnya. (ns-pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU