close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

Resmi, Gerindra Usung Farin-Khairatun di Pilbup Lombok Barat 2024

Lombok Barat, PorosLombok.com |  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai...

Luthfi Wahid, Terima Rekom B.1KWK dari DPP Perindo

PorosLombok.com- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) memberikan surat rekomendasi dukungan...

Pelaku Penjambretan di Sakra Barat Merupakan Anak Dibawah Umur

Lombok Timur, PorosLombok com | Kasus pejambretan yang terjadi...

Protes Kuota PPPK Guru Lotim Sedikit, Seorang Guru Gelar Aksi Tiduran di Kantor Bupati

Lombok timu, PorosLombok.com | Ratusan guru honorer yang tergabung dalam Forum P2/P3 dan GHN 10+ Lombok Timur ramai mendatangi Kantor Bupati Lombok Timur, pada Senin (1/1).

Hadirnya ratusan guru honorer tersebut dikarenakan pengurus honorer 21 kecamatan yang ada Lombok Timur sedang  melakukan hearing / audiensi dengan pejabat tinggi Lombok Timur.

Beberapa hal yang dipertanyakan pada audiensi tersebut yakni mempertanyakan formasi PPPK guru yang sedikit dan mendorong Pemda untuk mengusulkan penambahan formasi guru.

Baca Juga :  UPTD Dikbud Kecamatan Sikur Bersama Pengcab PGRI Gelar Santunan Yatim Piatu

Selain itu para pengurus guru honorer yang audiensi meminta pemda mengusulkan adanya afirmasi masa kerja pada seleksi PPPK tahun 2024.

Tak hanya itu, mereka juga menuntut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim untuk tegas mengatasi masalah SK honor baru yang terus bermunculan sampai akhir 2023 kemarin. Poin terkahir yang ditanyakan  yaitu masalah ditiadakannya THR / Gaji 13 bagi Honorer.

Baca Juga :  Aksi begal terhadap pengendara sepeda motor kembali terjadi di jalur bypass

Disaat kegiatan Audiensi sedang berlangsung di Rupatama 1 Kantor Bupati Lotim, salah seorang guru honorer melakukan orasi dengan meneriakkan keluh kesahnya di depan ruang rapat.

Guru yang bernama Marwah, S.Pd. yang  menyebutkan dirinya dari kecamatan Suela dan mengajar di SD Puncak Jeringo tersebut, meneriakkan seruan agar pejabat Lombok Timur  membuka mata hati melihat kondisi para guru honorer.

“Buka  hati kalian para pejabat. Anak didik saya sudah menjadi dokter, polisi sedangkan saya masih jadi honorer” teriaknya.

Baca Juga :  Ini Pesan Ummi Rohmi Pada Acara Rapimda PPDI Provinsi NTB

Ia melanjutkan, sudah 20 tahun menjadi guru honorer, akan tetapi akunya tidak ada kebijakan berpihak pada guru honorer yang telah memiliki masa pengabdian lama.

Usai meneriakkan aspirasinya, guru honorer tersebut melakukan aksi tiduran di depan pintu ruang rapat. Hal ini mengibaratkan bahwa Pemda Lombok Timur tidur dan tidak melihat penderitaan guru honorer. ( PL, Erwin )

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru