Remaja 15 Tahun di Lombok Timur Jadi Korban Kekerasan Seksual

(Lombok Timur,PorosLombok.com) – Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Lombok Timur menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga laki-laki. Insiden ini terjadi pada tanggal 17 Agustus 2024 dan telah dilaporkan ke Polres Lombok Timur oleh kakek korban.

Menurut keterangan kakek korban, insiden ini bermula ketika cucunya dihubungi oleh seorang teman yang mengajak untuk membeli buku pelajaran. Korban kemudian dijemput oleh temannya tersebut dan dibawa ke rumahnya. Di sana, korban tanpa disadari terlibat dalam pesta minuman keras.

Setelah korban tidak sadarkan diri akibat pengaruh minuman keras, ketiga pelaku melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Korban yang ketakutan sempat berusaha melarikan diri, namun dihadang oleh salah satu pelaku yang mengancam dengan senjata tajam.

Kakek korban yang merasa sangat keberatan dengan kejadian ini segera melaporkannya ke Polres Lombok Timur. Dalam laporannya, ia meminta agar tindakan keji ini diusut tuntas dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Oesman, menyatakan bahwa pihaknya sangat serius dalam menangani kasus kekerasan seksual, terutama yang melibatkan anak-anak. “Penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, dan kami akan memastikan bahwa para pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya. Senin (19/08).

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan setiap tindakan kekerasan seksual kepada pihak berwenang. Kejadian ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

Kasus ini juga menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran tentang keselamatan untuk melindungi generasi muda dari ancaman kekerasan seksual. Sementara itu, keluarga korban berharap agar keadilan segera ditegakkan dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Di sisi lain, pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan dapat lebih proaktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya kekerasan seksual serta pentingnya melaporkan kejadian tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka kekerasan seksual dan memberikan perlindungan lebih baik bagi anak-anak dan remaja di wilayah tersebut.

( Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU