(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memulai langkah revitalisasi pabrik porang di Pringgabaya Utara, dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp 2,1 miliar. Dari total kebutuhan Rp 11 miliar, dana ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024. Saat ini, sekitar 30 persen dari alokasi dana tersebut telah digunakan untuk memulai proyek.
Kepala Dinas Perindustrian Lombok Timur, Muhammad Azlan, menyatakan bahwa proyek ini bertujuan menjadikan Lombok Timur sebagai pusat industri porang di Nusa Tenggara Barat (NTB). “Revitalisasi ini sudah dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan selesai pada November 2024,” kata Azlan dalam wawancara, Selasa (10/09).
Azlan berharap pabrik porang ini dapat meniru kesuksesan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) di Paok Motong, Kecamatan Masbagik, dalam menyerap tenaga kerja lokal. “Dengan demikian, pabrik ini diharapkan mampu memenuhi hilirisasi dan menghasilkan produk yang dipasarkan ke luar daerah,” tambahnya.
Ia optimistis Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) akan meningkat pada 2025. “Harapannya, Lombok Timur dapat beralih dari sekadar penghasil material mentah menjadi daerah penghasil cukai. Ini juga yang kami inginkan dari pabrik porang,” ungkapnya.
Proyek ini diharapkan memberi dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat setempat dengan mendorong pertumbuhan ekonomi di Pringgabaya Utara. Kerja sama dengan PT Sanindo Porang Berkah dari Jawa Barat, melalui Memorandum of Understanding (MoU), diharapkan dapat memperlancar proses produksi.
Perusahaan mitra tersebut akan berperan sebagai offtaker yang menjamin pembelian hasil pertanian porang dari petani lokal. “Dengan adanya offtaker ini, hasil pertanian porang akan langsung terbeli, memberikan kepastian pasar bagi petani,” jelas Azlan.
Azlan juga menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja melalui proses produksi di pabrik porang. “Proses produksi di sini akan menyerap tenaga kerja yang signifikan, tentunya ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai penutup, Azlan menyebutkan bahwa hasil produksi dari pabrik porang ini juga akan memberikan kontribusi bagi daerah dalam bentuk pembagian hasil. “Dari hasil produksi ini, kontribusi berupa pembagian untuk daerah juga akan kita dapatkan,” pungkasnya.
(Arul/PorosLombok)














