Lombok Timur, PorosLombok.com | Ibadah Puasa pada Bulan suci Ramadhan merupakan salah satu ibadah yang dikerjakan seluruh ummat islam, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat khususnya para pegawai di Kabupaten Lombok Timur, terutama yang bekerja di bagian pelayanan.
Salah satunya Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) tingkat Pertama, Yakni Puskesmas, di bulan suci ramadhan bukanlah alasan untuk menurunkan kinerja dalam melayani masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Dr.H.Fathurrahman, S.KM.M.AP pada Jumat (15/03) mengatakan, jauh sebelum datangnya bulan suci Ramadhan, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya, terutama dalam mempertahankan kwalitas pelayanan di seluruh Puskesmas.
“Jadi pelayanan tidak ada yang berubah, baik sebelum dan ketika masuk bulan Ramadhan, masyarakat tidak perlu khawatir silahkan periksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan tetap akan dilayani seperti biasa,” ucapnya
Bahkan ia menambahkan, momentum Ramadhan sebagai ajang untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi, karena itu juga merupakan ibadah untuk menambah pahala puasa. Adapun terkait sarana prasarana, ia menegaskan semuanya sudah disiapkan dan dipastikan tidak ada yang kurang, baik dari obat dan sebagainya sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang hal tersebut.
“Insyaallah semua tercukupi, karena kita juga belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, baik tentang jenis penyakit yang biasanya timbul pada saat berpuasa sehingga kita sudah mengetahui obat apa yang harus kita siapkan,” akunya.
Dijelaskanya, pada bulan Ramadhan biasanya penyakit yang timbul diantaranya infeksi saluran pencernaan, walaupun saat ini yang paling banyak terjadi adalah infeksi saluran pernapasan (Ispa) efek dari cuaca yang tidak bersahabat.
“Makanya begitu hari pertama masuk kerja kami langsung sidak ke Puskesmas melihat kesiapan teman-teman di sana,” ungkapnya.
Di sisi lain Fathurrahman juga mengapresiasi tenaga kesehatan yang ada di Fasyankes, karena walaupun dalam kondisi puasa semangatnya tetap kuat untuk melaksanakan tugas dengan baik. Bahkan dirinya melihat langsung bagaimana tenaga medis melaksanakan dan melakukan tindakan terhadap pasien.
“Bahkan saya melihat bagaimana mereka membantu masyarakat yang tidak mampu dan tidak memiliki BPJS, langsung di layani dan difasilitasi untuk pembuatan kartu jaminan kesehatan tersebut,”pungkasnya.
(Arul/PorosLombok)














