LOTIM – PorosLombok.com | Pencairan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) menjadi hal yang selalu ditunggu-tunggu oleh ribuan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Lombok Timur, terlebih pada bulan Ramadhan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Timur H. Hasni, SE.,M.Ak menyatakan, bahwa TPP merupakan hak dari para ASN yang terdiri dari PNS dan pegawai PPPK.
“TPP memang hak dari ASN sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Sekarang ini sedang dipersiapkan, ya insyaallah awal April ini sudah bisa dicairkan,” kata Hasni menjawab poroslombok.com di Selong, Rabu (29/3/23).
Pencairan TPP biasanya dilakukan pada bulan berikutnya. TPP bulan Januari misalnya, dicairkan pada Februari. Namun yang terjadi saat ini TPP bulan Februari belum cair meski sudah akhir bulan Maret.
Adanya keterlambatan pembayaran TPP itu, jelas Hasni, dikarenakan dana transfer pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) diarahkan penggunaannya. Hal itu sesuai dengan peraturan menteri keuangan (PMK) 212 tahun 2023.
Hasni menyebut, penggunaan DAU yang diarahkan diprioritaskan untuk membayar gaji ASN dan membayar Anggaran Dana Desa (ADD) karna bagian dari dana bagi hasil retribusi pajak untuk membayar gaji kepala desa, kawil, dan kaur desa.
Total jumlah pegawai ASN lingkup Pemkab Lombok Timur yang berhak mendapatkan TPP adalah sebanyak 4.753 orang dengan anggaran setiap bulannya sebesar Rp. 6,9 miliar lebih.
Nilai TPP yang diterima masing-masing ASN tidak sama antara satu dengan yang lainnya, bergantung posisi dan jabatannya. Misalnya kepala dinas (Kadis) menerima sekitar Rp 8.042.000, Sekdis sekitar Rp 4.289.000, kepala bidang (Kabid) sekitar Rp 3.730.000.
“Sedangkan ASN tingkat staf Rp 1.000.000 rupiah,” ujarnya.
Diutarakan Hasni, pemberian TPP dihajatkan selain untuk meningkatkan kinerja ASN, juga untuk penyetaraan dengan semua daerah termasuk pusat. Selain itu juga, pemenuhan hak ASN ini diharapkan untuk mendorong perputaran roda ekonomi di daerah.
“Sesuai dengan tujuannya, kita berharap bahwa PNS dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Sehingga masyarakat merasa terlayani dengan baik,” tandasnya.
(PL-anas)















