​Stok Ikan NTB Aman di Tengah Badai

Pemerintah mendorong budidaya ikan air tawar dengan memberikan subsidi bunga pinjaman di Bank NTB untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan program MBG

(PorosLombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan strategi mitigasi permanen guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem musim barat yang rutin melanda wilayah pesisir.

Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas pasokan pangan masyarakat di tengah keterbatasan aktivitas nelayan akibat gelombang tinggi.

​Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Muslim menekankan pentingnya pola penanganan jangka panjang agar kerusakan infrastruktur pesisir tidak terus berulang.

 “Saya sepakat dengan ide Pak Gubernur bahwa perlu ada pola mitigasi yang lebih permanen. Apa aspek jangka pendeknya, jangka menengahnya, dan jangka panjangnya,” katanya. Selasa (27/01/2026).

​Kondisi pesisir saat ini cukup memprihatinkan, terutama di wilayah Pondok Perasi dan Kampung Bugis yang mengalami kerusakan jalan akibat terjangan ombak.

Muslim menjelaskan pihaknya telah menuntaskan perizinan tata ruang laut hingga dokumen Amdal untuk pembangunan pemecah gelombang (breakwater).

​”Tinggal bangun saja, izin sudah lengkap sebenarnya. Itu oleh BWS (Balai Wilayah Sungai) kan,” jelasnya.

​Beralih ke sektor pangan, DKP NTB menjamin ketersediaan stok ikan untuk kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah NTB saat ini masih dalam kategori aman.

Strategi utama pemerintah adalah memaksimalkan penyimpanan komoditas di gudang beku atau cold storage saat produksi sedang melimpah.

​”Itulah yang membuat kita bisa menyimpan cadangan pangan, khususnya komoditas ikan, pada saat lagi blooming produksi,” ujarnya.

​Tercatat hingga Januari 2026, stok ikan yang tersedia di NTB mencapai ratusan ton hasil serapan produksi akhir tahun sebelumnya. Data DKP menunjukkan cadangan ikan per 31 Desember 2025 yang digunakan untuk kebutuhan bulan ini berjumlah sekitar 335 ton.

​”Kalau kita kaitkan dengan kebutuhan saat ini, insyaallah masih terasa cukup,” katanya.

​Selain mengandalkan ikan laut, Pemprov NTB juga mengintensifkan sektor budidaya air tawar sebagai penyangga stok pangan lokal.

Fokus pengembangan diarahkan pada komoditas patin dan lele untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprediksi naik tiga kali lipat.

​”Jika sekiranya para kelompok masyarakat kita butuh modal, mereka bisa pinjam ke Bank NTB, nanti pemerintah provinsi akan membantu subsidi bunganya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU