Tokoh NU dan Muhammadiyah Nilai TGH Hazmi Hamzar Layak Memimpin Lotim

Lombok Timur, PorosLombok.com | Profil Inilah Yang dibutuhkan Lombok Timur Kedekatan dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Rakyat di Nusa Tenggara Barat khusus masyarakat di Lombok Timur, adalah suatu keniscayaan untuk tidak diperankan dalam membangun Lombok Timur lima tahun ke depan.

Jaringannya yang luas dengan kemampuan  negosiasi dengan pemerintah pusat dan internasional tidak diragukan oleh tokoh tokoh penting di Nusa Tenggara Barat. Hal ini sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin daerah yang akan memajukan daerahnya kearah yang lebih baik.

Seperti yang disampaikan oleh Rektor Ummat Mataram Periode 2017 – 2022 sekaligus Ketua Umum PW Muhammadiyah dan Ketua Masyarakat Bima se- pulau Lombok Dr. H. Abdul Arsyad Gani, M.Pd, Bahwa dari sisi politik pak Tuan Guru Hazmi Hamzar  tidak di ragukan lagi, beliau punya jaringan yang sangat luas baik lokal nasional dan global ini modal untuk membangun daerah.

Tentunya menjadi Kepala daerah tidak cukup dengan kemampuan intelektual tanpa di dukung dengan jaringan yang lain, untuk bisa berkolaborasi apalagi daerah yang sangat terbatas sumber sumber PAD untuk biaya membangun daerah.

“Sepak terjang Tuan Guru sudah cukup luas insha Allah sudah cukup modal untuk membawa masyarakat Lombok Timur yang Harmonis, Makmur dan Sejahtera. Semoga ikhtiar Tuan Guru bisa terwujud jadi kenyataan. Demikian pesan yang disampaikan beliau melalui WA beberapa waktu lalu,”harapnya.

Demikian juga dengan tokoh NU Bapak Tuan Guru Bajang H. Habiburrahman Bagu. Tuan Guru Hamzar merupakan figur yang tepat untuk membawa Lombok Timur menjadi salah satu Kabupaten yang go internasional.

Selain itu, kepercayaan yang diberikan kepada beliau sebagai Ketua Dewan Pembina Komisi Seni dan Budaya Nusantara (KSBN) NTB dan berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah dikancah nasional sangat cocok untuk membangun Lombok Timur yang damai dan religius.

Bapak TGH. Hazmi Hamzar dikenal dekat dengan aktivis kampus di Lombok baik yang aktif di intra kampus maupun ekstra kampus. Pengalamanya sebagai mantan aktivis kampus era 70 – 80an telah menempa dirinya untuk menjadi pemimpin daerah yang visioner, menjadikan dirinya selalu akrab dengan teman teman HMI, PMII, IMM dan organisasi mahasiswa lainnya ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU