Trofi Liga 4 NTB Disebut Ciki, PSSI Sebut Medali Lebih Esensial

PSSI NTB angkat bicara soal trofi Liga 4 yang disebut seukuran ciki, tegaskan medali lebih dihargai pemain ketimbang dimensi piala di podium juara.

Mataram, Poros Lombok– Asosiasi Provinsi PSSI NTB memberikan penjelasan resmi terkait polemik ukuran trofi juara Liga 4 wilayah Nusa Tenggara Barat yang menjadi sorotan. Dimensi piala tersebut menjadi perbincangan hangat lantaran publik ramai menyebutnya seukuran hadiah jajanan ciki.

​Ketua Penyelenggara Liga 4 NTB, H Suhaimi menganggap perbedaan pandangan masyarakat mengenai fisik penghargaan sebagai hal yang wajar dalam sebuah kompetisi. Pihaknya mengaku tidak terkejut dengan dinamika komentar yang muncul setelah laga final di GOR 17 Desember berakhir.

​”Kita sering pakai, coba lihat kompetisi dari sebelumnya Liga 3, Soeratin, segitu-gitu gak pernah kita yang besar-besar,” ucap Suhaimi saat dikonfirmasi, Jumat (13/2).

​PSSI NTB memastikan bahwa spesifikasi trofi yang diserahkan telah sesuai dengan standar yang berlaku pada turnamen resmi tingkat daerah lainnya. Konsistensi penggunaan ukuran piala tersebut diklaim telah diterapkan sejak periode kompetisi musim-musim sebelumnya.

​”Kalau bagi saya itu pemain atau tim itu biasanya lebih condong girohnya pada medali,” jelasnya.

​Suhaimi menekankan bahwa nilai perjuangan seorang atlet sepak bola justru lebih terepresentasikan melalui medali yang mereka kalungkan secara personal. Fokus utama penyelenggara adalah menghadirkan gairah pertandingan yang kompetitif bagi seluruh peserta yang terlibat di lapangan.

​”Kepuasan masing-masing orang itu kan berbeda-beda, gak usah kita perdebatkan terlalu jauhlah,” tegasnya.

​Logika teknis panitia mengacu pada distribusi 30 keping medali berkualitas standar kepada setiap anggota tim juara beserta jajaran manajemen mereka. Kualitas material medali dijaga agar tetap representatif sebagai bentuk penghormatan nyata atas keringat para pemain daerah.

​Sejauh ini, federasi memilih untuk tetap fokus pada esensi peningkatan prestasi daripada terjebak dalam perdebatan estetika piala yang bersifat subjektif. Masyarakat diharapkan melihat sisi pengembangan bakat atlet sebagai prioritas utama dalam membangun sepak bola Nusa Tenggara Barat.

​Langkah strategis selanjutnya kini diarahkan untuk mempersiapkan koordinasi intensif bersama manajemen tim yang akan mewakili provinsi di putaran nasional.

PSSI NTB berkomitmen memberikan dukungan penuh agar delegasi daerah mampu bersaing maksimal di kancah yang lebih luas.

(PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU