Lombok Timur, PorosLombok.com— Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, baru-baru ini menekankan pentingnya peran keluarga melalui akun media sosial resminya.
Pernyataan ini muncul setelah Podcast Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. H.M. Zainul Majdi di kanal Youtube Suara NTB beberapa waktu yang lalu.
Dalam unggahannya, Siti Rohmi menuliskan, “Keluarga adalah segalanya. Di dalamnya terdapat cinta, dukungan, dan kenangan yang tak ternilai. Semoga kita semua tetap sehat bersama keluarga tercinta.” Tulisnya.
Unggahan tersebut langsung disambut positif oleh netizen, dengan lebih dari 5.700 likes dan 138 kali dibagikan. Respons ini menunjukkan dukungan publik yang terus mengalir meski ada isu kontroversial yang melanda kampanye politiknya.
Kolom komentar pun dipenuhi oleh berbagai dukungan dari warganet. Salah satu pengguna, Munawir Said, menulis, “InsyaAllah Menang #NTB Maju Berdaya Saing #Coblos Nomer 1.” Sementara itu, akun Saldina Umar berharap, “Semoga Allah SWT meridhoi Ummi (no urut 1) untuk memimpin NTB, aamiin.”
Kontroversi ini tidak terlepas dari pernyataan TGB dalam sebuah podcast di kanal Suara NTB. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa NWDI tidak memberikan dukungan kepada pasangan Rohmi-Firin. TGB juga menekankan pentingnya pemimpin yang dapat menjabat selama dua periode untuk menyempurnakan program-program yang telah ada.
Dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor krusial menjelang Pilgub NTB. Siti Rohmi, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur, kini berupaya untuk menggalang dukungan masyarakat agar visi dan misinya dalam pembangunan daerah dapat terwujud.
Keberanian ummi Rohmi untuk mengedepankan nilai-nilai keluarga di tengah kontroversi menunjukkan bahwa ia berkomitmen untuk tetap terhubung dengan masyarakat. Hal ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilih yang mengedepankan aspek kekeluargaan dalam memilih pemimpin.
Dengan langkah ini,ummi Rohmi berpotensi dapat meraih hati masyarakat NTB dan melanjutkan agenda pembangunan yang telah dirintis sebelumnya. Menjelang pemilihan, tantangan dan dukungan yang diterima akan sangat menentukan arah kampanye politiknya.
(Arul/PorosLombok)















