Usung Tema “Kembali Fitrah”, Klien Bapas Mataram Ikuti Tausiah Bersama PW Muhammadiyah NTB

Sukarta, menyampaikan bahwa segala amalan harus dilakukan karena Tuhan. Jika bergantung pada manusia, imbuhnya, hanya akan membawa kecewa. Selain itu, Sukarta menganalogikan ketaatan dengan planet yang mengitari garis edarnya dengan setia sejak dulu hingga sekarang. Pergeseran sedikit saja dapat berpengaruh pada manusia secara drastis.

“Ketaatan itu layaknya planet yang mengitari garis edarnya dengan setia sejak dulu hingga sekarang. Sedikit saja bergeser, pengaruh pada manusia sangat drastis,” terangnya.

Lebih lanjut, Sukarta menjelaskan bahwa perbuatan zalim mampu meruntuhkan pahala amal ibadah. Jikalau kita berbuat zalim, ujarnya, maka kelak pahalanya akan ditagih dan berpindah kepada orang yang dizalimi.

“Jika zalim terhadap sesama manusia maka kelak akan menjadi sia-sia dan merugi karena akan ditagih dan pahalanya berpindah kepada orang yang dizalimi,” terangnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU