Lombok Timur, PorosLombok.com – Warung joget di Pantai Labuhan Haji, Lombok Timur, kembali bikin ulah. Aksi seronok yang sempat dibersihkan aparat gabungan beberapa waktu lalu, kini muncul lagi dan viral di media sosial.
Sebuah video yang merekam adegan joget panas di sebuah warung pinggir pantai kembali mencuat dan menyulut reaksi keras dari warga dan aparat. Ironisnya, lokasi itu merupakan titik yang sebelumnya sudah dirazia dan diberi peringatan keras oleh petugas.
Camat Labuhan Haji, Baiq Lian Krisna Yutarti, tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia menyayangkan kemunculan kembali aktivitas yang dinilainya merusak citra kawasan wisata tersebut.
“Saya istighfar lihat videonya. Ini sangat memprihatinkan. Padahal sudah ditertibkan,” ujar Baiq Lian kepada PorosLombok, Rabu (28/5).
Menurutnya, aksi joget di tempat umum bukan hanya melanggar norma, tapi juga merusak upaya penataan kawasan pantai yang selama ini sudah dilakukan bersama aparat dan masyarakat.
“Pantai itu untuk wisata keluarga, bukan tempat berjoget sembarangan. Kami harap ini jadi perhatian semua pihak,” tegasnya.
Ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas dan konsisten. Jangan sampai pelanggar menganggap enteng aturan karena minimnya penindakan.
“Kami tak ingin ada yang merasa kebal hukum. Ini harus ditindak tegas,” kata Baiq Lian lagi.
Sebelumnya, aparat gabungan dari Polsek Labuhan Haji dan satu peleton Sabhara Polres Lombok Timur melakukan razia besar-besaran pada Selasa malam (27/5). Operasi dimulai pukul 20.30 WITA, menyasar enam titik rawan pelanggaran di sepanjang pantai hingga kawasan Suryawangi.
Dalam razia itu, petugas mendapati sejumlah warung yang masih nekat menjual minuman keras secara ilegal. Modusnya pun cukup licik—miras disimpan dalam botol air mineral untuk mengecoh petugas.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Oesman, mengatakan pihaknya mengamankan puluhan botol minuman keras dari berbagai lokasi.
“Ada 67 botol tuak ukuran 1,5 liter dan empat botol brem ukuran 0,5 liter. Semua diamankan ke Mapolres,” ungkap AKP Nikolas.
Ia menegaskan, razia serupa akan terus digelar secara berkala untuk menjaga kawasan wisata tetap bersih dan aman bagi publik.
“Pantai itu tempat umum, bukan arena pesta miras. Kami tidak akan beri ruang untuk pelanggaran semacam ini,” tandasnya.
(arul/PorosLombok)
















