Zul-Uhel Deklarasi Pekan Ini, Siap Tantang Rohmi-Firin di Pilgub NTB 2024

MATARAM | PorosLombok.com – Pasangan Zulkeiflimansyah – Suhaili alias Abah Uhel (Zul-Uhel) bakal menggelar deklarasi bersama untuk maju berpasangan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024. Menurut rencana, deklarasi bakal dihelat di Lesehan 33 Praya, Kabupaten Lombok Tengah pada Sabtu (8/6/2024) akhir pekan ini.

Kepastian deklarasi Zul-Uhel dibenarkan Tim Pemenangan Zul-Uhel yakni Deddy AZ. Saat ini, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan untuk acara deklarasi.

“Bismillah, Sabtu siang tanggal 8 Juni kita akan deklarasi untuk pasangan Bang Zul dan Abah Uhel untuk Pilgub NTB 2024 di Lesehan 33 Praya Lombok Tengah,” kata Deddy saat dihubungi via telepon pada Kamis (06/06).

Deddy mengungkap, deklarasi bakal dihadiri pasangan calon. Baik Zulkieflimansyah maupun Suhaili. Termasuk ratusan relawan.

“Iya dihadiri paslon, baik bacagub maupun bacawagub. Ini juga nanti dihadiri relawan,” terangnya.

Deklarasi tersebut sebagai bentuk penegasan bahwa pasangan ini telah bersepakat untuk maju di Pilgub NTB 2024.

“Ini penegasan kepada publik yang masih bertanya soal kepastian pasangan ini akan maju bergandengan di Pilgub NTB 2024. Ini jawaban untuk pertanyaan itu. Bang Zul dan Abah Uhel sudah sama-sama berkomitmen untuk bergandengan tangan maju bersama,” bebernya.

Pihak panitia menyiapkan sekitar 500 undangan resmi untuk acara deklarasi tersebut..

‘Kita siapkan undangan 500 orang, tetap kita tidak bisa membendung massa yang akan hadir. Sebab konsep acaranya ini sederhana, kita lesehan,” ujar Deddy.

Sebagai informasi, Zulkieflimansyah merupakan Gubernur NTB 2018-2023. Ia merupakan polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara Suhaili merupakan Eks Bupati Lombok Tengah dua periode (2010-2018) yang juga Eks Ketua DPD I Partai Golkar NTB. Uhel bukanlah nama baru dalam kancah perpolitikan di NTB. Uhel sempat maju di Pilgub NTB 2018 berpasangan dengan Almarhum Mohammad Amin. Kala itu, Suhaili-Amin finish di urutan kedua di bawah Zul-Rohmi. Kala itu, Suhaili-Amin mengoleksi 674.602 suara, sementara Zul-Rohmi 811.945 suara.

PKS Bertemu Golkar

Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat bicara perihal kemungkinan menduetkan Zulkieflimansyah-Suhaili alias Abah Uhel di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024. Partai Golkar dan PKS NTB merespons setelah petingginya menggelar pertemuan pada Selasa (28/5/2024) sore di Mataram.

Ketua DPW PKS NTB Yek Agil tak menampik pertemuannya dengan petinggi Golkar tak luput dari pembicaraan perihal potensi menduetkan Zul-Uhel di Pilgub NTB 2024. “Banyak opsi yang kami bicarakan, tidak hanya Zul-Suhaili. Semua opsi kami terima,” kata Yek Agil kepada awak media.

Yek Agil mengungkapkan, dari sejumlah hasil survei yang pihaknya terima, duet Zul-Uhel memiliki kans menang besar jika bersanding di Pilgub NTB 2024.

“Zul-Suhaili, Zul dengan yang lain juga berproses. Artinya surveinya dengan kami juga nyambung. Pada prinsipnya Golkar dengan PKS tadi sudah banyak kesepahaman menata NTB,” bebernya.

Ketua DPD I Partai Golkar NTB Mohan Roliskana mengungkap paket Zul-Suhaili bisa saja terwujud di Pilgub NTB 2024.

“Saya pikir itu bisa-bisa saja, sah-sah saja. Ini kan soal bagaimana kami melihat peluang. Peluang itu memungkinkan kami jadikan tolok ukur ketika penerimaan masyarakat tinggi. Itu memungkinkan saja. Kami memandangnya itu tidak ada hal yang tidak mungkin. Dalam politik selalu ada efek kejut, element of surprise kan biasa,” terang Mohan.

Diketahui, pertemuan PKS dan Golkar NTB dilakukan tak lama seusai pecah kongsinya duet petahana Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi) jilid II di Pilgub NTB 2024. Rohmi memutuskan menggandeng Musyafirin. Sementara Zulkieflimansyah diketahui membidik kader Golkar sebagai bacawagub.

Sebagai informasi, Partai Golkar merupakan pemenang pada Pemilihan Legislatif (Pileg) NTB 2024. Partai Golkar meraup 479.010 suara dengan raihan 10 kursi di DPRD NTB. Sementara PKS finish di urutan ketiga dengan 330.546 suara yang ekuivalen dengan delapan kursi DPRD NTB.

Adapun syarat mengusung paslon di Pilgub NTB adalah minimal mendapat dukungan dari parpol atau koalisi parpol yang memiliki minimal 13 kursi di DPRD NTB. Tidak ada satu partai pun di NTB yang mampu mengusung cagub-cawagub tanpa koalisi di Pilgub 2024.**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU