Bazar Ramadan Bilebante, Geliat Ekonomi Wisata Kebugaran Lombok Tengah

Bazar Ramadan Bilebante di Lombok Tengah resmi dibuka. Acara ini memadukan takjil tradisional, transaksi kepeng kayu, dan paket wisata kebugaran.

Lombok Tengah, Poros Lombok -Desa Wisata Bilebante Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah resmi meluncurkan Bazar Ramadan perdana guna memacu ekonomi warga lokal. Oleh karena itu, langkah ini menjadi bukti nyata pemberdayaan seluruh masyarakat desa melalui sektor pariwisata yang inovatif.Minggu (15/02).

​”Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan kembali roda usaha kecil serta menghidupkan aset bangunan senilai miliaran rupiah milik desa,” katanya.

​Selanjutnya, pihak penyelenggara mengusung konsep unik. Mereka memadukan pusat kuliner takjil tradisional dan pengalaman wisata kebugaran bagi para pelancong. Selain itu, wisatawan dapat menikmati suasana sore hari dengan aktivitas fisik yang menyehatkan tubuh.

​”Pengunjung dapat menikmati sensasi bersepeda, bermain ATV, hingga mencoba layanan terapis kesehatan sembari menunggu waktu berbuka puasa di area ini,” jelasnya.

​Kemudian, panitia menonjolkan nuansa adat Sasak yang kental melalui sajian panganan khas seperti jamu mulegati dan sate pusut. Namun, semua menu tetap tertata rapi di atas tampah. Hal ini bertujuan untuk menjaga cita rasa autentik warisan leluhur asli.

​”Semua transaksi di sini wajib menggunakan kepeng kayu sebagai pengganti uang tunai langsung demi memberikan pelayanan serta kesan berbeda bagi tamu,” ujarnya.

​Sistem Transaksi Kepeng Kayu dan Keberlanjutan Ekonomi

​Sementara itu, pengelola sengaja menerapkan sistem pembayaran kuno. Tujuannya untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memberikan daya tarik unik. Akibatnya, wisatawan kini antusias menghabiskan waktu ngabuburit bersama keluarga sejak siang hari.

​”Kami merasa sangat optimis melihat pergerakan ekonomi masyarakat yang luar biasa karena dibantu promosi daring oleh pihak Poltekpar serta anak muda,” jelasnya.

​Selain itu, kerja sama lintas generasi berhasil meningkatkan volume kunjungan harian. Kini lapak pedagang mulai beroperasi pada pukul 15.00 WITA. Jadi, petugas menerapkan pengawasan standar kebersihan yang sangat ketat bagi seluruh pelaku usaha kuliner di sana.

​”Harapan ke depan tempat ini bisa lebih hidup dan tidak berhenti beroperasi setelah bulan puasa berakhir agar keberlangsungan ekonomi tetap terjaga,” katanya.

​Oleh sebab itu, tim manajemen berkomitmen mengaktifkan lokasi strategis tersebut secara rutin setiap Sabtu dan Minggu. Program ini menjadi pusat kreatif warga. Tujuannya adalah untuk menjaga sirkulasi pendapatan pelaku UMKM pasca momen bulan Ramadan berakhir.

​”Maksudnya kami nanti akan mengaktifkan kembali jadwal kunjungan rutin setelah bazar ini selesai agar geliat usaha masyarakat tidak mati begitu saja,” pungkasnya.

(Poros Lombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU