Pengunjung Desa Tetebatu Masih didominasi wisatawan Lokal

LOTIM | POROSLOMBOK – Dengan disematkannya Desa Tetebatu Kecamatan Sikur Lombok Timur, brand sebagai Desa Wisata kelas dunia karena salah satu Desa yang mewakili Indonesia di ajang Best Tourism Vilage (BTV) UNWTO.

Karna hal tersebut Desa Tetebatu mengalami peningkatkan jumlah pengunjung hingga 70 %, namun saat ini masih didominasi oleh wisatan lokal,

Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Promosi Desa Wisata ( BP Dewi) Desa Tetebatu Mariani Rusli kepada awak media saat ditemui kediamannya. minggu (14/11)

Foto : Ketua BP Dewi Desa Tetenbatu Mariani Rusli.

Dirinya menyebutkan bahwa saat ini Desa Tetebatu memliki Home Stay sekitar 27 Unit masing – masing – masing home stay memiliki minimal dua kamar, tentu hal ini merupakan bukti antusias dan totalitas masyarakat serta pelaku pariwisata menjadikan, Tetebatu sebagai Desa Wisata unggulan.

“Sebenarnya kami di BP – Dewi lebih fokus memikirkan bagaimana keberlanjutan pariwisata ini kedepannya”ucapnya

Mariani mengakui sebelum ditetapkannya Desa Tetebatu sebagai Desa Wisata kelas dunia pengunjung lebih banyak dari luar Negeri namun saat ini pengunjung lokal lebih mendominasi.

“Ajang BTV UNWTO ini merupakan berkah buat Desa Tetebatu karena banyak yang akan mendapat manfaat dari ajang ini” ungkapnya

Lebih lanjut mariani menjelaskan ramainya pengunjung lokal ini mungkin karena banyak yang ingin mengetahui penyebab Desa Tetebatu mendapat brand Desa pariwisata kelas dunia, dan salah satu Desa yang mewakili Indonesia di ajang BTV UNWTO.

“Hal ini merupakan tugas kita sebagai pelaku pariwisata maupun Pemdes menjelaskan pada pengunjung disini , bahwa ini loh tetebatu kenapa bisa mewakili Indonesia” tandas Mariani

Dikatakan mariani Desa Tetebatu tidak hanya menawarkan keindahan alam akan tetapi ada beberapa wisata seni dan kuliner yakni dengan adanya berbagai macam atraksi budaya dan beberapa produksi olahan makanan lokal yang dibuat oleh masyarakat setempat.

“Kita di sini ada Gendang beleq’ yang di iringi jangger dan kita juga disini punya makanan tradisional yakni Godek Ngerak atau kalau di bahasa Indonesikan monyet teriak sama olah – olah pakis dan sambel belut kering” bebernya

Masih kata mariani terkait sinergitas Pemerintah Desa (Pemdes) dengan BP Dewi tetap terjalin untuk membangun pariwisata di Desa Tetebatu ini, karena untuk memajukan sebuah pariwisata kata dia harus adanya kolaborasi yang kuat serta perlu adanya dukungan dari pihak pemerintah khususnya pemerintah Desa.

“Bahkan BP Dewi Berkolaborasi dengan semua kelompok pariwisata seperti Pokdarwis Desa Tetebatu dan beberapa pelaku wisata lainnya” jelasnya

saat ini belum ada anggaran dari Pemerintah Desa untuk BP Dewi karena kepala Desa Tetebatu baru menjabat tentunya masih menunggu kebijakan dari kepala Desa yang baru melalui beberapa musyawarah di Desa.

“Ya untuk sementara ini kita bekerja secara pengabdian dan tanggung jawab saja” ujarnya

Terakhir Meriani berharap peran serta pemeritah untuk memberikan dukungan bagi masyarkat Desa Tetebatu, agar masyarkat setempat bisa berdaya saing di dunia pariwisata kedepannya.

“Mungkin Pemerintah perlu memberikan masyarakat pelatihan tentang pariwisata kedepannya” tutupnya (rl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU