Jika dilihat dibeberapa desa khususnya di kabupaten Lombok Timur, sudah tidak tampak lagi laki-laki yang datang ke rumah wanita, sepanjang jalan di desa tampak sepi, jika diperhatikan anak-anak muda zaman sekarang lebih suka berhubungan dengan pesan singkat baik whatshaap, masanger dan lain-lain.
Zaman teknologi atau yang dikenal dengan era 4.0 memang berdampak pada semua sektor baik, sosial, Politik, Agama, dan Budaya, generasi saat ini banyak yang tidak kenal adat dan tradisi. Berbagai upaya sudah dilakukan Pemerintah melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dan para pemerhati adat dan budaya, namun derasnya arus teknologi mulai tak terbendung.
Semoga kita sebagai masyarkat Lombok khususnya suku sasak dapat selalu menjaga adat dan tradisi budaya, yang sudah diwariskan sejak zaman dahulu.
(Arul/ PorosLombok)















