Lombok Timur. Poroslombok.com – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan hari jadi desa Danger yang ke-60, Pemerintah desa Danger kecamatan Masbagik melaksanakan berbagai kegiatan dan lomba.
Adapun kegiatan dan lomba yang dilaksanakan yaitu Pawai Ta’aruf, Lomba Tenis Meja, Catur, Sepak Bola Persada Cup, Seleksi Tilawah Qur’an (STQ), Perisean, Sunatan Massal dan Santunan.
Sapowan selaku Panitia kegiatan menyampaikan, pada perayaan hari jadi desa Danger yang ke-60 ini mengangkat tema “60 Tahun Desa Danger Menuju Desa Yang Inklusif”.
Ia menjelaskan semua agenda acara dikemas dalam satu panitia inti dan satu panitia eksternal. khusus kegiatan perisean dan STQ menggunakan panitia eksternal, sedangkan kegiatan dan lomba lainnya dilaksanakan oleh panitia inti.
Kegiatan awal sebagai Opening ceremony dilaksanakan Pawai Ta’aruf ( 13/8/22 ) yang melibatkan semua lintas sektoral yang ada di wilayah desa Danger.
“Pawai ta’aruf ini diikuti mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMA, masyarakat umum, PKK, Kader semua ikut terlibat” tuturnya saat dikonfirmasi pada Selasa 30/8/22.
Selanjutnya Lomba Tenis Meja, Catur mulai dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2022, disusul kegiatan STQ. Sementara itu kegiatan Perisean mulai dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus.
“Mengenai Sepak bola Persada Cup kita mulai nanti dari tanggal 1 September 2022 dengan kriteria usia di bawah 23 tahun” ucap Sapowan atau yang akrab di sapa Wens.
Sebagai acara closing ceremony, nantinya panitia akan mengadakan sunatan massal dan santunan terhadap orang tua jompo.
Sementara itu Kepala Desa Danger, Kaspul Hadi, S.Pd. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama mensukseskan berbagai kegiatan dalam perayaan HUT desa Danger yang ke-60.
“Terima kasih juga kepada masyarakat desa Danger yang begitu antusias dalam melaksanakan serta mengikuti berbagai kegiatan dalam rangka Hut desa Danger” ucapnya.
Pada HUT ke-60 desa Danger ini, Kaspul Hadi berharap semoga pembangunan desa bisa berjalan dengan baik, karena menurutnya banyak sekali program yang belum terselesaikan karena adanya pandemi Covid-19. ( Erwin, PL )

















