LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com | Sebagian masyarakat di Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur sempat diresahkan dengan beredarnya informasi hoax pasca kematian anak umur 8 tahun atas nama Rizki Nurfitri Apriani
Pasalnya, para masyarakat sempat menyampaikan dugaan-dugaannya di sosial media dengan membeberkan informasi pelaku, nyatanya pihak kepolosian hingga saat ini belum menentukan satu nama yang dianggap sebagai pelaku pada kasus kematian misterius bocah tersebut.
Kapolsek Sakra, IPTU Rahmadi menepis isu-isu tersebut, dan mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan tindakan oknum itu.
“Jadi penyidikan saat ini ada di Polres dan juga Polda NTB, artinya Polsek hanya mencari nama misalnya dari polres minta yang namanya A, kita antarkan , kemudian namanya B kita antarakan dan sebagainya,” ucapnya.
Untuk itu kata dia, memang beberapa masyarakat dibawa dengan mendatangi mereka, akan tetapi itu bukan berarti Polsek membawanya sebagai tersangka, namun hanya sebagai saksi yang diminta oleh penyidik.
Ada kesalahan persepsi dari masyarakat, dimana masyarakat menilai apa yang Polsek bawa ke Polres dengan tujuan penyelidikan itu sebagai penahanan.
“Mereka menduga-duga setiap yang dibawa itu pelakunya, sehingga saya sudah kumpulkan masyarakat, jangan dulu berstetmen menganggap orang yang diperiksa itu pelaku,” katanya.
Permasalahan itu kata Kapolsek Rahmadi, saat ini sudah di selesaikan dengan pihaknya langsung turun ke masyarakat untuk memberikan imbauan.
“Sudah aman dan sudah reda sekarang, dan saat ini saya harapkan tidak ada pertanyaan pertanyaan lagi tentang itu,” ungkapnya.
Bahkan kata dia, ada masyarakat yang menduga pelaku adalah orang terdekat korban seperti semisal ayahnya, namun hal itu hanya sebatas dugaan semata karena sampai saat ini Polres maupun Polda NTB menetapkan tersangka.
“Walaupun kita bilang rahasisa, tapi ada saja yang mendengar entah darimana bahwa orang tuanya begini begitu, saya menegaskan oleh semua masyarakat termasuk temen-temen di Rumbuk sampai hari ini belum ada tersangka yang di umumkan,” tutupnya.
(Yami Ulandari/PL)
















