Lombok Timur, PorosLombok.com | Guna antisifasi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dimana ditimbulkan oleh nyamuk Aedes aegypti, Petugas Puskesmas Terara memanfaatkan waktu ngabuburit untuk sosialisasi ke rumah-rumah warga.
Kepala Puskesmas Terara Raihun,ST kepada Poroslombok mengatakan, memasuki musim penghujan tentu langkah preventif, promotif harus terus digencarkan, apalagi Kecamatan terara cukup luas dan jumlah penduduknya yang cukup tinggi, tentu hal ini juga perlu adanya kolaborasi bersama semua sektor terkait dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Alhamdulillah dari data yang tercatat di tahun ini kecamatan terara atau wilayah kerja Puskesmas Terara untuk kasus DBD masih pada posisi aman yg dimana tidak lebih dari 2 kasus perbulan yg dimulai dari bulan Januari 2024 sampai Maret skrg, sdgkan jumlah kasus DBD Puskesmas Terara jika dibandingkan dg th 2022 46 kasus th 2023 terdapat penurunan jumlah kasus DBD yg sangat baik yaitu 19 kasus, artinya langkah kami sudah tepat dan baik. ” ungkap Raihun, Jumat (29/03).
Wabah DBD, termasuk penyakit yang cukup berbahaya bahkan dapat menimbulkan kematian, kendati demikian masyarakat tidak perlu khawatir yang penting tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat terutama menjaga kebersihan lingkungannya.
“Namun kami dari puskesmas tetap memeriksa dan turun ke seluruh desa-desa untuk memastikan tidak adanya perkembangbiakan jentik nyamuk,” akunya.
Sementara itu, Penanggung Jawab program DBD Puskesmas Terara, Ns. Sus Azlan, S..kep menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah-wilayah mana yang rawan DBD, untuk mempermudah langkah-langkah antisipasi seperti PSN (pemberantasan sarang nyamuk), pemberian bubuk Abate, penyuluhan, Fogging, dan langkah antisifasi lainnya.
Berdasarkan data hasil pemetaan tiga bulan terakhir ini, ada dua desa yang rawan DBD yakni desa Leming dan desa Santong, karena laporan yang masuk bahwa ada 6 kasus yang ditemukan, sehingga butuh perhatian khusus terutama di dua desa tersebut.
“Tapi alhamdulillah masyarakat kita di sana sudah mulai sadar dan mulai melakukan upaya-upaya antisifasi,” ungkapnya.
Maka dari itu ia menghimbau masyarakat untuk selalu melaksanakan PSN 3M Plus yakni :
(1) Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.
Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.
(2 ).Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
(3). Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
Kemudian Yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut: Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk Menggunakan obat anti nyamuk
Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, Gotong Royong membersihkan lingkungan Periksa tempat-tempat penampungan air, Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup.
Selanjutnya Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras, Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, Menanam tanaman pengusir nyamuk.
Wabah DBD biasanya akan mulai meningkat saat pertengahan musim hujan, hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk karena meningkatnya curah hujan. Tidak heran jika hampir setiap tahunnya, wabah DBD digolongkan dalam kejadian luar biasa (KLB).
“Kita harapkan masyarakat cukup berperan dalam hal ini. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah upaya pencegahan DBD dengan 3M Plus,” pungkasnya.
(Arul/Poroslombok).
















