LOTIM – PorosLombok.com | Ribuan pelajar putri tingkat SLTA lingkup YPH PPD NWDI mengikuti acara “Aksi Bergizi NTB” bertempat di GOR Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur pada Rabu (10/5/23).
Acara yang dimulai sejak pukul 07.00 itu diawali dengan tiga kegiatan yang menjadi bagian dalam aksi bergizi, yakni senam selama 30 menit, sarapan bersama dan minum tablet tambah darah.
Hadir pada acara tersebut Ketua YPH PPD Darunnahdlatain NWDI HM. Djamaluddin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB Lalu Hamzi Fikri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Dr. Fathurrahman, Direktur komersial PT Kimia Farma TBK Chairani Harahap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Dr. H. Fathurrahman mengatakan, berdasarkan data yang ada sebanyak 11,6 persen penduduk Lombok Timur mengalami anemia (kekurangan sel darah merah).
Hal itu, kata dia, akan berdampak terhadap bayi yang dilahirkan oleh penderita anemia, seperti berat badan bayi rendah atau yang biasa disebut Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), dan stunting.
Untuk menghindari hal itu, maka kondisi anemia pada ibu hamil (Bumil) harus dicegah. Bahkan, terang dia, anemia bisa dicegah sejak dini, yakni sejak usia remaja 15 tahun hingga 49 tahun.
“Usia 15-49 tahun ini kan usia produktif. Nah itu dia, kita tidak mengharapkan dia mengalami anemia. Nah agar bayi yang dilahirkan itu sehat, maka anemia harus dicegah,” jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, bagi remaja pelajar yang terkena anemia akan mengganggu/berdampak terhadap prestasi akademiknya. Hal itu terjadi dikarenakan seorang penderita anemia akan mengalami penurunan konsentrasi.
Karenanya Fathurrahman berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terutama bagi remaja putri agar secara rutin minum tablet tambah darah yang sudah diberikan.
“Jadi anemia itu bisa dicegah dengan rutin minum vitamin tablet tambah darah. Yaitu satu kali seminggu bagi yang tidak sedang menstruasi, dan tiap hari bagi yang sedang menstruasi,” terangnya.
Menurut Fathurrahman, salah satu kendala yang dihadapi dalam mencegah anemia di Lombok Timur adalah, keengganan masyarakat dalam meminum obat yang sudah diberikan.
Masih kata dia, tingkat kesadaran masyarakat Lombok Timur untuk mengkonsumsi suplemen vitamin tambah darah di daerah ini tergolong masih rendah, yakni dibawah 50 persen.
“Sering ya, kalo kita bagikan itu tidak diminum, tapi dimasukkan ke kantong. Nah kita sangat berharap dengan kegiatan ini kesadaran masyarakat terutama kaum remaja, makin meningkat,” harapnya.
Lantaran itu, Fathurrahman memberi penekanan kepada pihak sekolah SMA/sederajat agar menggalakkan para siswanya untuk selalu minum tablet penambah darah secara rutin.
Di tempat sama, Direktur Komersial PT Kimia Farma TBK Chairani Harahap mengatakan, bahwa sosialisasi akan pentingnya mencegah anemia menjadi tanggungjawab pihak PT Kimia Farma sebagai produsen kepada Kemenkes.
“Jadi ini merupakan bentuk tanggungjawab kami sebagai produsen tablet tambah darah ini, supaya sampai. Jangan hanya sampai di gudang Dinas saja, tapi sampai ditelan,” tegasnya.
Tanggungjawab Kimia Farma selaku BUMN itu, juga meliputi tanggungjawab terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, kedepannya.
Chairani memastikan, pihaknya akan terus menjalankan tanggungjawabnya untuk mensosialisasikan program tersebut ke seluruh Indonesia. Selain NTB, kegiatan serupa juga sudah dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Selatan dan Banten.
(PL/anas)
















