Sampai Saat ini Tidak ada Peningkatan Kasus Depresi Pasca-Pilkada 2024

Lombok Timur, PorosLombok.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan terkait peningkatan kasus gangguan mental, seperti depresi, pasca-pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Timur 2024.

Meskipun begitu, potensi gangguan psikologis akibat kontestasi politik memang selalu ada, namun belum ditemukan indikasi peningkatan kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Farhurrahman, SKM, M.AP, menjelaskan bahwa tidak ada laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tingkat pertama, seperti Puskesmas (PKM), mengenai lonjakan kasus depresi setelah Pilkada.

“Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada laporan dari Puskesmas terkait peningkatan kasus depresi,” ujar Farhurrahman, Sabtu (30/11).

Farhurrahman mengakui bahwa meskipun potensi gangguan mental tetap ada, namun sejauh ini belum ada gejala yang menunjukkan peningkatan kasus depresi di masyarakat Lombok Timur. Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan, namun situasi pasca-pilkada di daerah ini masih dalam kondisi stabil dan terkendali dengan baik.

“Kami terus melakukan pemantauan, namun kondisi masyarakat Lombok Timur pasca-pilkada masih terpantau stabil dan terkendali,” ungkapnya.

Menurut Farhurrahman, hal ini mungkin disebabkan oleh tingkat kesadaran politik yang semakin tinggi di kalangan masyarakat Lombok Timur. Warga dinilai sudah lebih terbiasa dengan dinamika politik yang terjadi, sehingga mereka tidak terlalu terpengaruh secara emosional oleh hasil Pilkada.

“Kalah menang dalam kontestasi politik sudah dianggap hal biasa. Masyarakat kita sudah bisa menerima dan menghadapinya dengan bijak,” tambahnya.

Peningkatan kesadaran politik tersebut, lanjut Farhurrahman, berperan penting dalam menurunkan potensi gangguan mental pasca-pemilu atau pilkada. Dinas Kesehatan mengapresiasi pemahaman masyarakat yang semakin baik dalam berdemokrasi, yang diyakini dapat meredam efek negatif terhadap kesehatan mental mereka.

“Proses demokrasi ini bukanlah hal baru bagi masyarakat kita. Mereka tahu bagaimana menghadapinya dengan kepala dingin,” tuturnya.

Meskipun demikian, Dinas Kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan mental. Jika diperlukan, pihaknya siap memberikan dukungan bagi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Kami selalu siap memberikan layanan psikologis jika diperlukan. Kami juga mendorong masyarakat untuk tidak ragu datang ke Puskesmas jika merasa perlu bantuan,” tegas Farhurrahman.

Dinas Kesehatan juga memastikan bahwa fasilitas kesehatan di Puskesmas siap memberikan layanan, baik untuk penanganan depresi maupun gangguan psikologis lainnya. Farhurrahman berharap masyarakat Lombok Timur dapat menjaga kesehatan mental mereka, terutama setelah pemilu atau pilkada yang sering kali menimbulkan stres.

“Kami ingin memastikan masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian, dan bantuan selalu tersedia,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan cara-cara mengatasi stres. Mereka berharap masyarakat Lombok Timur dapat menjaga keharmonisan dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan politik, sehingga kesehatan mental tetap terjaga.

“Kesehatan mental adalah hal yang sangat penting, dan kita harus saling mendukung untuk menjaga kestabilannya,” tutup Farhurrahman.

Dengan semakin tingginya kesadaran terhadap demokrasi dan pentingnya menjaga kesehatan mental, Lombok Timur diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga stabilitas psikologis warganya pasca-pemilu dan pilkada.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Bank NTb

TERBARU