PorosLombok.com • LOTIM –
Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Pneumonia bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga berat. Beberapa gejala yang umum dialami penderita pneumonia adalah batuk berdahak, demam, dan sesak napas.
Di Lombok Timur sediri kasus Pneumonia pada balita yg tercatat oleh dinas Kesehatan sampai dengan bulan Juli 2022 sebanyak : 1.539 kasus.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan ( P3KL) Pada Dikes Lotim, Budiman Satriadi, SKM saat dihubungi poroslombok Senin (29/08)
Penyakit Pneumonia sendiri menurutnya timbul akibat cuaca dan beberapa penyebab lainnya, serta penyakit ini rentan terhadap balita.
“Karena bayi ini kan belum sepenuhnya mendapatkan imunisasi jadi masyarakat harus benar-benar memperhatikan kondisi anak-anaknya,” pintanya.
Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah dari Daerah dengan menggerakkan tim-tim yang ada di Puskesmas untuk lebih inten turun kemasyarakat, terutama ketika melakukan kegiatan Posyandu.
“Teman-teman di lapangan sudah sering melakukan screening di bawah jadi khususnya pada masyarakat yang menglami infeksi saluran pernafasan (Isfa),” ungkapnya.
Tak hanya di Puskesmas bahkan dinas Kesehatan pada Bidang P2PL terus gencarkan sosialisasi kepada masyarakat, Baik di tingkat Puskesmas sampai dengan tingkat desa.
“Dengan melakukan sosislisasi tentu kita berharap bisa mencegah penyakit Pneumonia ini khususnya pada balita,” jelasnya.
Ia berharap kepada seluruh masyarakat bisa lebih memperhatikan bayinya, jika ada gejala-gejala seperti batuk, Pilek, dan sesak nafas, agar segera memeriksakan langsung ke Fasilitas kesehatan, karena penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian jika terlambat ditangani.
(Arul/ PorosLombok)
















