Eksistensi Konservasi Penyu Pantai Mapak Indah Ditengah-tengah Ancaman Abrasi

Perilaku Pemerintah Kota (Pemkot) mataram yang seolah melepas tangan sangat disayangkannya. Bahkan pria yang akrab disapa H. Awan itu sudah berulang kali memasukkan proposal bantuan ke Pemkot hingga dengan ke Pemerintah Provinsi untuk membantu pihak pengelola, setidaknya dengan pengadaan talud penahan abrasi.

“Tapi apa sampai sekarang proposal kita mental terus, hanya janji-janji saja yang kita dapat, kita sayangkan masyarakat ini berjuang sendri untuk merawat tempat ini, bahkan saat terjadi bencana kemarin kita juga sendiri merelokasinya,” tuturnya.

Padahal kata dia, pihaknya memiliki visi dan misi pariwisata berbasis konservasi edukasi, pemberdayaan ekonomi berbasis kawasan pantai.

Oleh itu konservasi penyu dan terdapat pula 20 unit lapak pedagang ada ditempat itu, namun sekarang tinggal puing sisa yang terlihat.

Upaya demi upaya telah dilakukan, seperti dengan mendatangi langsung kantor wali kota, namun hingga saat ini pihaknya masih berjuang sendiri memperbaiki tempat penangkaran penyu hingga dengan 20 unit lapak yang rusak akibat badai dan abrasi.

“Perih, sebagai masyarakat yang peduli harus tersiksa batin karena merugi, sampai saat ini kita masih mengharapkan uluran tangan pemerintah kota mataram hingga provinsi,” demikian H. Awan.

(Yami Ulandari/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU