close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

Temukan Indikasi Kejanggalan Pemilu DPD Dapil NTB, Tim ASA Lapor ke Bawaslu

Mataram,PorosLombok.com | Tim Calon anggota DPD RI Achmad Sukisman...

Meneropong Capain PAD Bapenda Lotim dari Beberapa Sisi, Meningkatkah?

LOTIM - PorosLombok.com | Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD)...

Berdasarkan D1 Hasil Rekapitulasi, Nama Dedy Botak Nangkring di Urutan Pertama

LOTIM - PorosLombok.com | Salah satu Caleg muda potensial...

Cegah Pernikahan Dini, Kasek MA NW Kotaraja Berlakukan Denda Bagi Siswa yang Melanggar

Lotim, POROSLOMBOK – Untuk meminimalisir serta mencegah angka pernikahan dini dikalangan pelajar, Madrasah Aliyah (MA) Nahdatul Wathan (NW) Kotaraja Kecamatan Sikur, Lombok Timur sudah lama memberlakukan awik – awik ( Peraturan) pernikahan dini diinternal sekolah.

Kepala sekolah MA NW Kotaraja Drs. Abdul Mujib yang peduli terhadap siswa didiknya agar tidak menjadi korban pernikahan dini dengan tegas ia menerapkan peraturan bagi siswa yang menikah, dengan mendapatkan sanksi berupa denda, Kamis (01/04) saat ditemui Poroslombok di ruang kerjanya.

Terhadap awik-awik itu kata dia sudah diinformasikan sejak awal siswa mendaftar, peraturan itu memang ada di Madrasah, tidak hanya itu saja para wali murid juga dipanggil pada saat sosialisasi tentang aturan – aturan yang ada termasuk awik – awik tersebut.

Baca Juga :  Bupati Lotim Minta Pernikahan Dini Jangan Dibiarkan

“Tapi kalau masalah jodoh kitakan tidak bisa cegah akan tetapi bagi yang melanggar awik – awik akan kita kenakan denda”ujarnya

Abdul Mujib menjelaskan denda bagi yang melanggar awik – awik ini sekitar Rp. 2.5 juta, dan aturan ini sudah disepakati oleh semua wali murid, menurutnya yang paling rawan melakukan pernikahan siswa kelas II mungkin pada masa – masa itu memasuki masa – masa puber.

Baca Juga :  Seluruh Desa di Lotim Disarankan Tiru Sistem Digitalisasi Pengelolaan BUMDes Cibiru Wetan

” Tercatat data tahun 2020 jumlah angka pernikahan dini sebanyak 5 orang dan itu terjadi di kelas XI 3 orang dan kelas XII 2 orang” Ungkapnya

Ia juga mengatakan edukasi pernikahan dini ini selalu dikalakukan setiap Minggu diluar kurikulim sekolah, yaitu melalui kegiatan IMTAQ ( Iman dan Taqwa) dan juga pada saat Apel pagi, agar melekat dibenak para siswa tentang dampak negatif yang ditimbulkannya.

Baca Juga :  Lombok Timur Raih Penghargaan Nasional dari BPOM RI

“Bahkan semua wali kelas mensosialisikannya setiap hari tidak ada bosan – bosannya kita lakukakan itu” tandasnya

Supaya bisa memenimalisir angka pernikahan dini khususnya di MA NW Kotaraja, pihaknya meminta peran serta wali murid untuk memberikan pemahaman kepada anak – anaknya dirumah karna pernikahan dini dikalangan pelajar juga dampak dari kurangnya perhatian orang tua.

“Apalagi anak yang Broken Home , kurangnya perhatian dari orang tua misalnya ibu bapaknya bercerai terus jadi TKI dan tinggal sama neneknya ini juga yang memicu” tutupnya (rl)

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru